Citizen Reporter

STIKes Hafshawaty Ponpes Zainul Hasan Genggong Gelar Workshop Jurnalistik: The Power of Writing

Diklat dan Workshop Jurnalistik bertema The Power Of Writing itu digelar di Ruang Unit Kegiatan Mahasiswa Lantai 2 STIKes Hafshawaty.

STIKes Hafshawaty Ponpes Zainul Hasan Genggong Gelar Workshop Jurnalistik: The Power of Writing
foto: istimewa
BEM STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo menggelar Diklat dan Workshop Jurnalistik bertema The Power Of Writing, Selasa (18/12/2018). 

STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, tak hanya berusaha membekali mahasiswanya dengan ilmu kesehatan. Mereka juga mendapat materi ilmu jurnalistik.

BEM STIKes menggelar Diklat dan Workshop Jurnalistik, Selasa (18/12/2018).

Diklat dan Workshop Jurnalistik bertema The Power Of Writing itu digelar di Ruang Unit Kegiatan Mahasiswa Lantai 2 STIKes Hafshawaty.

Ada sembilan mahasiswa dari S-1 Keperawatan dan D-3 Keperawatan yang mengikuti kegiatan ini. Mereka merupakan mahasiswa pilihan yang akan mengelola majalah kampus.

Para peserta terlihat begitu antusias mengikuti acara yang diisi dua narasumber dari Biro Kominfo Pesantren Zainul Hasan Genggong, yakni Abdul Mufid El Badrus dan Rudianto.

Selain mengenal dasar-dasar jurnalistik, para peserta juga diajak untuk praktik membuat berita.

Titik Suhartini, Puket 3 Bidang Kemahasiswaan STIKes Hafshawaty mengaku, sangat berharap adanya kegiatan ini bisa mendongkrak kemajuan STIKes Hafshawaty. Selain itu, kampus bisa mencetak mahasiswa bisa lebih berinovasi dan kreatif.

“Semoga target dari UKM Jurnalistik ini bisa terlaksana,” ujarnya.

Dalam penyampaian materi, Abdul Mufid El Badrus memberikan banyak wawasan baru dalam ilmu jurnalistik. Ia banyak memotivasi para peserta agar terus bersemangat untuk menulis.

“Menulis itu mudah, asal dilaksanakan, bukan dikeluhkan,” ujarnya.

Rudianto melengkapi dengan banyak memberikan masukan dan contoh tentang penulisan berita yang baik. Ia juga mengajak peserta mengoreksi bersama tulisan hasil karya para peserta.

“Kalau melihat tulisan para peserta, sudah bagus. Namun, ada yang perlu diperbaiki dalam memilih angle dan membuat lead,” ujarnya.

Menurutnya, angle dan lead yang baik, akan membuat pembaca makin tertarik untuk meneruskan membacanya. Bila lead-nya gagal, bisa membuat pembaca malas untuk membaca beritanya secara utuh.

“Penulis yang baik itu, mereka yang mampu menemukan angle terbaik,” ujarnya.

Ida Ayu Rosyida
Mahasiswi STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong
idaayurosyidaa@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved