Lifestyle

Mahasiswa LaSalle College Surabaya Siapkan 10 Karya Kolaborasi di Ajang Mens Fashion Style 2019

Para mahasiswa LaSalle College Surabaya merampungkan 10 pakaian pria, yang merupakan kolaborasi dosen sekaligus desainer profesional, Embran Nawawi.

Mahasiswa LaSalle College Surabaya Siapkan 10 Karya Kolaborasi di Ajang Mens Fashion Style 2019
surya.co.id/habibur rohman
HASIL KOLABORASI - Beberapa karya kolaborasi fashion designer Embran Nawawi dan LaSalle Students ditunjukkan di LaSalle College Surabaya, Jumat (18/1/2019). LaSalle College Surabaya Siapkan 10 Karya Kolaborasi di Ajang Mens Fashion Style 2019. 

SURYA.co.id, SURABAYA - Para mahasiswa LaSalle College Surabaya berhasil merampungkan 10 pakaian pria, yang merupakan kolaborasi bersama dosen sekaligus desainer profesional, Embran Nawawi.

Dari 16 mahasiswa Fashion Design, masing-masing membuat 3 desain pakaian pria untuk diserahkan pada Embran, lalu hanya dipilih 10 saja yang akan ditampilkan di pagelaran Mens Fashion Style 2019.

"Kalau kami mempersiapkan dari konsep, make up, dan juga nantinya sebagai tim yang membantu Embran di Mens Fashion Style 2019. Kami bakal bantu di backstage untuk styling, dan lain-lain," ujar Jesica Tanod (21), mahasiswi Fashion Business dalam press conference 'Fashion Designer X Upcoming Designers: In Etiquette', yang diadakan di LaSalle College Surabaya, Jumat (18/1/2019).

Para mahasiswa jurusan Fashion Design dan Fashion Business ini memperoleh mata kuliah Fashion Presentation Plan, yang mengharuskan mereka bekerjasama mulai dari proses produksi hingga promosi.

Mahasiswa Fashion Design bertanggungjawab atas proses produksi seperti merancang desain, membuat pola, hingga menjahit.

Sedangkan mahasiswa Fashion Business mengerjakan proses promosi mulai dari pembuatan proposal dan press release, mengurus photoshoot dan press conference, hingga menghubungi Make Up Artist (MUA).

Berpartisipasi dalam kolaborasi bersama desainer profesional, untuk event berskala nasional memang tidak dirasa mudah oleh Jesica.

Kesulitan yang ia rasakan adalah sulitnya membangun kerja sama tim yang baik, di tengah waktu yang sempit dan tekanan tinggi.

"Karena ini pertama kalinya, beberapa dari kami kesulitan kerja sama dengan organisasi. Tapi kesempatan ini benar-benar berharga, jadi kami sangat berterimakasih pada semuanya," ucapnya.

Sedangkan bagi Aucnia Melinda (20), kesulitan yang dialami mahasiswi Fashion Design ini adalah, mereka yang terbiasa dengan pembuatan pakaian perempuan, harus paham pakaian pria, lebih-lebih gaya Embran.

"Kami diharuskan paham style Embran, itu harus ada kerah dan manset untuk pria," katanya.

Ia menyebut dirinya dan kawan-kawan bekerja sangat keras dibanding sebelum-sebelumnya, karena cara mengerjakan desainnya pun berbeda.

"Biasanya di LaSalle, kami kerja itu pakai mock up dulu, jadi bukan di kain asli. Nah dalam kerja sama ini, kami pakai kain asli. Jadi agak keteteran juga sih," tuturnya.

Meski begitu, ia mengaku senang dengan kesempatan besar ini.

Selain mendapat banyak pengalaman baru, kolaborasi ini, tambahnya, membuka langkah besar karier para generasi muda dari dunia fashion business maupun fashion design.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved