Berita Kediri

Industri Kain Tenun Ikat Mulai Bergairah Setelah Banyak Anak Muda Kota Kediri Ikut Terlibat Produksi

Perjalanan kerajinan kain tenun ikat Kota Kediri diwarnai jatuh bangun. Usaha yang sempat surut kini mulai bangkit setelah banyak anak muda terlibat

Industri Kain Tenun Ikat Mulai Bergairah Setelah Banyak Anak Muda Kota Kediri Ikut Terlibat Produksi
surya/didik mashudi
Perajin kain tenun ikat Kelurahan Bandarkidul, Kota Kediri masih mengoperasikan alat tenun bukan mesin (ATBM). 

Perjalanan kerajinan kain tenun ikat khas Kota Kediri diwarnai jatuh bangun. Usaha yang sempat surut kini mulai bangkit dan bergairah setelah banyak anak muda terlibat dalam proses produksi. Malahan kerajinan tenun ikat menjadi pelajaran di sekolah SMK Kota Kediri.

SURYA.co.id | KEDIRI - Zuhri (30) salah satu pegawai kerajinan tenun Medali Mas dengan tekun memintal benang yang menjadi bahan baku kain tenun. Zuhri merupakan generasi baru perajin kain tenun ikat khas Kota Kediri.

Banyak pegawai seusia Zuhri, bahkan lebih muda lagi yang kini terlihat dalam proses produksi kain tenun ikat. Salah satunya Indah (28) yang bertugas sebagai penenun dengan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Malahan saat ini banyak remaja yang belajar menenun dan terlibat dalam proses produksi kain tenun ikat. Usaha kain tenun ini menggeliat setelah sempat lesu.

"Sekarang banyak yang muda terlibat dalam pembuatan kain tenun ikat. Sudah ada regenerasi sehingga usaha kerjaninan ini tidak mati," ungkapnya.

Selain itu banyak upaya pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan para perajin. Apalagi menekuni kerajinan kain tenun juga menjanjikan penghasilan yang lumayan.

Setiap minggu Zuhri biasa mendapat upah Rp 400.000.

Namun ada juga karyawan dengan sistem bagian borongan. Sehingga upah yang diterima berdasarkan kain yang dihasilkan.

"Rata-rata untuk borongan upahnya Rp 35.000 per potong kain," jelasnya.

Usaha kain tenun juga semakin eksis karena mendapatkan dukungan suport dari Bank Indonesia (BI) dan Pemkot Kediri.

Halaman
1234
Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved