Berita Bangkalan Madura

Gakkumdu Bangkalan Panggil Saksi Penurunan APK Caleg PKS

Gakkumdu Kabupaten Bangkalan memanggil sejumlah saksi dari pihak pelapor terkait kasus penurunan Alat Peraga Kampanye (APK) milik Caleg PKS.

Gakkumdu Bangkalan Panggil Saksi Penurunan APK Caleg PKS
surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Sentra Gakkumdu Kabupaten Bangkalan tengah mendalami keterangan para saksi pelapor terkait kasus penurun APK milik Caleg PKS Bangkalan, Musyawir, Jumat (18/1/2019). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Bangkalan memanggil sejumlah saksi dari pihak pelapor terkait kasus penurunan Alat Peraga Kampanye (APK) milik Calon Legislatif (Caleg) PKS, Jumat (18/1/2019).

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangkalan Mustain Saleh mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini pihaknya telah mendatangkan dua saksi dari pihak pelapor.

"Hari ini kami maksimalkan meminta keterangan dua saksi pelapor. Bukti-bukti telah kami kumpulkan," jelasnya, Jumat (18/1/2019).

Ia menjelaskan, keterangan para saksi akan dikembangkan untuk mengetahui siapa lagi yang bisa dimintai keterangan atas kasus tersebut.

"Kami memiliki waktu tujuh hari sejak laporan masuk. Untuk terlapor, kami jadwalkan pemanggilan pada Senin," jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, undang-undang memberi kewenangan Gakkumdu untuk tetap memproses tindak pidana pemilu kendati pihak terlapor tidak hadir.

"Terlapor tak hadir atau minggat, in absentia. Terus lanjut tanpa kehadiran terlapor hingga statusnya buron," pungkasnya.

Seperti diketahui, DPC PKS Bangkalan melaporkan penurunan tiga Alat Peraga Kampanye (APK) milik Caleg Musyawir yang dipasang di Dusun Pandan dan Dusun Kebun, Desa Kendaban, Kecamatan Tanah Merah, Senin (14/1/2019).

Penurunan APK berukuran 1,5 meter x 2 meter itu terjadi pada Kamis, (10/1/201) sekitar pukul 19.00 WIB dan Jumat (11/1/2019) pukul 08.00 WIB.

Musawir mengungkapkan, kendati pelaporan tengah diproses namun hingga saat ini dirinya masih menunggu itikad baik terlapor agar bersedia memasang kembali APK miliknya.

"Kapanpun saya siap bertemu untuk mediasi. Saya siap untuk mencabut laporan asal APK dipasang kembali," tegas Caleg Dapil 6 Bangkalan ini.

Kami menyesalkan karena penurunan APK diduga dilakukan oknum kepala dusun dan petugas keamanan Desa Kendaban,"

"APK berupa poster berukurukan 1,5 meter x 2 meter itu dipasang sendiri oleh pemilik lahan," sesalnya.

Ia menjelaskan, pihaknya memilih untuk melaporkan masalah tersebut lantaran hingga saat ini tidak ada kejelasan terkait penyelesaiaan secara kekeluargaan.

"Kendati telah melapor, saya tetap menunggu itikad baik agar hal ini bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan," pungkasnya.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved