Kriminal

Guru Agama Pondok Pesantren Sodomi Murid, Hendak Kabur ke Malaysia Lewat Bandara Pekanbaru

Seorang guru agama melakukan sodomi terhadap muridnya. Peristiwa itu terjadi di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Guru Agama Pondok Pesantren Sodomi Murid, Hendak Kabur ke Malaysia Lewat Bandara Pekanbaru
pixabay
Ilustrasi.Guru Agama Pondok Pesantren Sodomi Murid, Hendak Kabur ke Malaysia Lewat Bandara Pekanbaru 

SURYA.co.id | PEKANBARU - Seorang guru agama melakukan sodomi terhadap muridnya. Peristiwa itu terjadi di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Guru agama berinisial MH (31) ini pun hendak melarikan diri ke Malaysia. Namun, rencana itu gagal lantaran anggota Satreskrim Polres Kampar, Riau, menangkapnya.

MH ditangkap polisi di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru saat hendak kabur ke Malaysia, Selasa (16/1/2019).

Dimas Kanjeng Mantu - Keluar Penjara Dikawal 280 Polisi, Ratusan Pengikut Setia Hadir

Prabowo-Sandi Siapkan Materi Debat Pilpres 2019 di Hambalang, Bagaimana Jokowi-Maruf Amin?

Jokowi Simulasi 3 Hal Ini Jelang Debat Pilpres 2019, Dibantu Tina Talisa dan Rizal Mallarangeng

Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Fajri menyebutkan, MH merupakan guru agama di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

MH melakukan tindak asusila sodomi terhadap seorang muridnya yang masih di bawah umur.

Fajri menjelaskan, pelaku ditangkap setelah dilaporkan oleh orang tua korban kepada polisi. Kasus sodomi pun terungkap pada Minggu (13/1/2019) lalu.

Video dan Foto Hot Vanessa Angel Dikirimkan ke Mucikari Siska Minta Dicarikan Pelanggan

Vanessa Angel Terancam Dipenjara 6 Tahun karena Diduga Langgar UU ITE

Hati Vanessa Angel Campur Aduk, Tertekan dan Trauma Usai Jadi Tersangka Prostitusi Online

"Korban awalnya menelepon kepada orangtuanya menyampaikan bahwa dirinya sedang ada masalah," ujar Fajri.

Kemudian, korban menceritakan bahwa dirinya telah disodomi oleh salah seorang gurunya di tempat korban belajar.

Kemudian orang tua korban mendatangi Pondok Pesantren dan menemui kepala sekolah untuk menyampaikan masalah yang terjadi pada anaknya.

"Pelaku kemudian dipanggil oleh pihak sekolah dan bertemu dengan orang tua korban. Saat itu pelaku tidak mengakui perbuatannya," kata Fajri.

Setelah itu, pelaku sempat datang ke rumah orang tua korban untuk menyampaikan maaf. Namun, keluarga korban tidak terima dan melapor ke Polres Kampar.

Setelah menerima laporan, Unit 3 Satreskrim Polres Kampar langsung memeriksa saksi-saksi dan korban, kemudian melakukan visum terhadap korban di RSUD Bangkinang.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban terbukti mengalami tindak asusila sodomi.

"Setelah dilakukan penyelidikan, polisi melakukan pencarian terhadap pelaku. Pelaku diketahui sedang berada di Bandara SSK II Pekanbaru. Saat itu, pelaku hendak kabur ke Malaysia, dan berhasil kita amankan," tutup Fajri.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved