Berita Mojokerto

Bandar Sabu di Mojokerto Sebut Lokasi Ini Jadi Tempat Pemasoknya

salah satu dari 2 tersangka merupakan residivis. Dia sudah dua kali keluar masuk penjara.

Bandar Sabu di Mojokerto Sebut Lokasi Ini Jadi Tempat Pemasoknya
surya/danendra kusumawardana
Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno (tengah) beserta jajaran menunjukkan barang bukti yang diamankan dari 12 tersangka kasus sabu, Kamis (17/1) 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Satreskoba Polres Mojokerto menangkap 12 tersangka kasus sabu. Polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 90,39 gram dari tangan 12 tersangka yang jika dikalkulasikan barang bukti itu bernilai Rp 108 juta.

Dari 12 tersangka, 2 diantaranya merupakan bandar. Sebab, kedua tersangka itu kedapatan memiliki sabu seberat 83,26 gram. Dua orang itu bernama Syaiful Bahri (33) warga Dusun Lauk Tambek, Desa Prancak, Kecamatan Sepuluh dan Abd Rosid (37) warga Dusun Berpocok, Desa Tobubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan.

"Kami mengamankan kedua tersangka pada Minggu (13/1) saat hendak melakukan transaksi di wilayah Trawas," kata Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno, Kamis (17/1).

Setyo melanjutkan, salah satu dari 2 tersangka merupakan residivis. Dia sudah dua kali keluar masuk penjara.

"Salah satu dari 2 tersangka adalah residivis. Namun, kasusnya berbeda," lanjutnya.

Tersangka residivis yang dimaksud Setyo adalah Saiful Bahri. Dia mengaku, sebelumnya menjadi tersangka kasus perkelahian dan dipenjara di Madura.

"Saya dipenjara 4 bulan," singkatnya.

Dia mengaku baru sekali melakukan bisnis barang haram ini. Dia jerumuskan oleh temannya Abd Rosid untuk menggeluti bisnis sabu.

"Saya diajak Rosid, dia yang mempunyai jaringan. Baru satu kali ini saya melakukannya," akunya.

Sementara itu, Abd Rosid mengaku bahwa dirinya mendapatkan barang itu dari Madura. Per satu gramnya Abd Rosid memberikan upah saiful sebesar Rp 100.000.

"Saya mendapat sabu dari teman saya," ujarnya.

Rosid dan Saiful saat ini telah mendekam di penjara Polres Mojokerto. Kedua tersangka ini akan dijerat Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) dan atau Pasal 132 ayat (1)  Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved