Penyakit Degeneratif Mulai Menyerang Usia Muda, Prudential Luncurkan Pru Critical Benefit 88

Prudential Indonesia meluncurkan produk Pru Critical Benefit 88 di Surabaya untuk membidik nasabah dari kalangan milenial

Penyakit Degeneratif Mulai Menyerang Usia Muda, Prudential Luncurkan Pru Critical Benefit 88
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Jens Reisch (paling kanan) President Director Prudential Indonesia, saat meluncurkan produk Pru Critical Benefit 88 di Surabaya, Rabu (16/1/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Demografi penduduk Indonesia yang 50 persen berada di usia muda, menjadi target dari PT Prudential Indonesia sebagai pangsa pasar asuransi yang menarik. Mengingat saat ini pertumbuhan asuransi di Indonesia masih 5 persen.

"Kami masih melihat potensi yang besar dari kalangan Milenial. Meski kami sudah meluncurkan produk khusus Milenial, namun produk baru terus kami kembangkan untuk bisa membidik mereka," jelas Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, saat meluncurkan produk Pru Critical Benefit 88 di Surabaya, Rabu (16/1/2019).

Melalul Pru Critical Benefit 88, Jens berharap dapat memberikan ketenangan pikiran pada nasabah dan keluarganya. Nasabah dapat memanfaatkan uang perlindungannya untuk membantu biaya pengobatan rumah sakit, dan juga biaya hidup.

"Apalagi saat ini tren penyakit degeneratif sudah mulai menyerang penduduk usia muda. Kami terus edukasi dan melakukan penetrasi pentingnya menjaga diri berapapun usianya melalui aneka produk kami, terutama yang baru ini," tambah Jens Reichs.

Dalam peluncuran itu, dr Nur Setiawan Suroto Sp BP dari RS Mitra Keluarga, menambahkan, data dari World Health Organization (WHO) mengungkapkan, Penyakit Tidak Menular (PTM) diperkirakan menjadi penyebab 73 persen kematian di Indonesia.

"Sementara berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan, PTM seperti kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi mengalami kenaikan dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen, serangan stroke naik dari 7 persen menjadi 10,9 persen, serta penyakit ginjal kronis naik dari 2 persen menjadi 3,8 persen," jelas dr Nur Setiawan.

PTM juga berpotensi menyebabkan kesulitan keuangan. Penelitian “ASEAN Cost in Oncology” (ACTION) mengungkapkan bahwa dari 9.513 pasien pengidap kanker hampir 50 persen mengalami kebangkrutan, dan 29 persen meninggal dunia.

Kesibukan dan tuntutan pekerjaan merupakan tantangan dalam menerapkan pola hidup sehat. Kebiasaan seperti merokok, tidak olahraga rutin, kurang makan buah dan sayur serta kebiasaan makan tidak teratur adalah faktor-faktor risiko utama penyebab PTM.

"Usia muda bahkan tidak menjamin seseorang terbebas dari ancaman penyakit kritis. Masyarakat harus mulai lebih perhatian karena dampak penyakit kritis bukan saja kematian dan kecacatan, namun beban keuangan berupa biaya rumah sakit, dan biaya hidup," tambah Himawan Purnama, AVP Head of Product Development of Prudential Indonesia.

Terkait produk baru Pru Critical Benefit 88, premi yang bisa dibayarkan mulai dari Rp 300.000 per bulan. Manfaat yang diberikan antara lain masa bayar premi yang bisa lima tahun atau sepuluh tahun.
Kemudian bisa dimanfaatkan untuk jaminan hingga usia 88 tahun.

"Jadi bila mengalami, penyakit kritis, uang pertanggungan bisa diberikan 100 persen. Kemudian kematian akibat penyakit kritis atau kecelakaan juga uang pertanggungan kembali 100 persen," jelas Himawan.

Bahkan bila kurang dari usia 70 tahun, uang pertanggungan bisa meningkat hingga Rp 3 miliar. Tergantung dengan premi yang dipilihnya.

Manfaat lainnya, bila sehat tanpa klaim hingga usia 88 tahun, uang pertanggungan juga akan diberikan 100 persen.

Terkait usia hingga 88 tahun, karena usia hidup masyarakat Indonesia, saat ini telah mengalami peningkatan rata-rata di usia 60 hingga 70 tahun. Potensi mencapai 88 tahun hingga 100 tahun masih ada.

Untuk wilayah Jatim, kontribusi nasabah Prudential mencapai 17 persen. Sementara market share Prudential di Indonesia mencapai 15 hingga 20 persen.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved