Berita Banyuwangi

Finalis Jebeng Thulik ‎Banyuwangi Dibekali Pengetahuan Bahari

Sebelum berkompetisi pada grand final Jebeng Thulik Banyuwangi sebanyak 36 finalis mendapat pembekalan materi pengetahuan seputar dunia bahari.

Finalis Jebeng Thulik ‎Banyuwangi Dibekali Pengetahuan Bahari
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Finalis Jebeng Thulik saat mendapat pembekalan di Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Sebelum berkompetisi pada grand final Jebeng Thulik Banyuwangi yang akan digelar 25 Januari 2019, sebanyak 36 finalis (18 putra dan 18 putri) mendapat pembekalan materi pengetahuan bahari, di Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Rabu (16/1/2019).

Ini karena bahari menjadi salah satu materi yang akan dilombakan di grand final. Bahari menjadi salah satu materi, karena Banyuwangi memiliki garis pantai yang sangat panjang yakni 175,8 kilometer dengan berbagai potensinya.

Dalam pembekalan tersebut, 36 finalis mendaat materi dari Kepala Disperngan, Hary Cahyo Purnomo.
Hary mengatakan, Banyuwangi dengan potensi bahari yang sangat besar, dibutuhkan gaya berpikir yang berbeda.

"Harus ada sesuatu yang berbeda dan daya tarik di Banyuwangi. Karena itu, para Jebeng Thulik yang merupakan duta wisata Banyuwangi, harus berpikir sesuatu yang berbeda sesuai dengan bidang masing-masing," kata Hary.

Misalnya, Banyuwangi menggelar kompetisi ikan Koi, yang digelar di Hotel Santika. Ternyata minat peserta sangat besar. Berbagai penggemar koi mengeluarkan koleksinya yang berharga puluhan juta.

"Banyuwangi juga memiliki berbagai program kebaharian, yang membuat orang datang ke Banyuwangi," kata Hary.

Mobil Berisi Uang Rp 700 Juta Kecelakaan di Tulungagung. Ini Kronologinya

Hari Kedua, Penjual Kopi yang Ditabrak Mobil Box Lalu Terlempar ke Bengawan Solo Belum Ditemukan

Di bidang ketahanan pangan, Banyuwangi juga membuat program Gerakan Masyarakat Pangan Mina Lestari (Gema Pamili). Sebuah gerakan pemanfaatan lahan pertanian untuk budidaya ikan air tawar.

Hary menjelaskan gerakan Gema Pamili ini melingkupi sistem diversifikasi seperti mina jeruk (pemeliharaan ikan bersama jeruk), mina naga (pemeliharaan ikan bersama buah naga), mina padi (pemeliharaan ikan bersama padi), serta pemanfaatan lahan agar produktivitas meningkat. Setelah mendapat pembekalan materi, para finalis ini terjun langsung praktik kebaharian di Pantai Cemara.

Cornelis Mangisi, penasehat Paguyuban Jebheng Thulik Banyuwangi, tahun ini terdapat 9 duta yang diperebutkan, yakni, selain Duta Bahari, juga ada Pendidikan, Pelayanan Publik, Lingkungan Hidup, Kesehatan, Pariwisata, Pertanian, Sumber Daya air, KB dan Reproduksi.

Masing-masing duta ini berdasarkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Banyuwangi. Sebelum grand final, para finalis akan mendapat pembekalan di masing-masing SKPD.

"Nantinya ada dua pasang di masing-masing duta. Ini berdasarkan nilai yang didapat saat grand final," kata Cornelis.

Menurut Cornelis, nantinya di grand final Jebeng Thulik, SKPD terkait ikut menilai dengan memberikan studi kasus yang harus dijawab oleh finalis.

"Finalis yang memiliki nilai yang tertinggi dari total 9 duta ini, mereka yang akan keluar sebagai pemenang," tambah Cornelis. 

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved