Berita Ekonomi Bisnis

MTF Dukung Kebijakan DP Pembiayaan Kendaraan Bermotor 0 Persen, tapi  . . .

Perusahaan leasing atau pembiayaan mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan stimulus Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

MTF Dukung Kebijakan DP Pembiayaan Kendaraan Bermotor 0 Persen, tapi  . . .
surya/mohammad romadoni
Mandiri Tunas Finance (MTF) Kota Mojokerto. MTF mendukung kebijakan OJK yang memberi stimulus pembiayaan kendaraan bermotor dengan uang muka 0 persen. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan leasing atau pembiayaan mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan stimulus Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) berupa Down Payment atau uang muka 0 persen. Namun, dukungan itu tidak serta merta dilaksanakan secara membabi buta untuk menarik nasabah.

"Kami mendukung kebijakan ini. Tapi kami tetap akan memberikan prinsip kehati-hatian dalam memberikan pembiayaan KKB," jelas Mardi Fahmi, Regional Manager Regional VII Jatim, Bali, Nusa Tenggara, Mandiri Tunas Finance (MTF) saat dihubungi, Selasa (15/1/2019).

Lebih lanjut, Mardi mengatakan bila saat ini di MTF sudah ada pembiayaan KKB dengan uang muka 5 persen. Manfaat ini diberikan pada segmen usaha yang memiliki profil aman.

"Misalnya dengan karyawan yang perusahannya telah bekerjasama dengan kami. Sehingga memberikan support dan jaminan atas nasabah yang mendapatkan pembiayaan kami," jelas Mardi.

Diakui Mardi, potensi atas kebijakan ini cukup besar. Apalagi ada stimulus dari dealer atau pabrikan otomotif yang meluncurkan seri baru di tahun 2019 ini.

"Kami optimis tahun 2019 ini akan ada peningkatan pembiayaan. Meski tahun politik, tentunya akan ada wait and see dari konsumen," ungkap Mardi.

Namun di tahun 2019 ini pihaknya mendapatkan target pembiayaan yang meningkat dibanding tahun 2018. Dengan target kenaikan mencapai 22 persen.

Sementara di sektor otomotif, di tahun 2019, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) hanya memprediksi kenaikan penjualan sekitar 5 persen.

"Kami siapkan usaha lain untuk mendorong target tersebut. Tidak hanya pembiayaan kendaraan bermotor, tapi juga ada bisnis lain, seperti pembiayaan multi guna dan pembiayaan dengan menggandeng BSM (Bank Syariah Mandiri) Oto dan lainnya," tandas Mardi.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved