Berita Gresik

Demo Buru di Gresik Tuntut UMSK, Pemkab Minta Buruh Dekati Perusahaan yang Sanggup UMSK

Demo buruh Gresik di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik menuntut kenaikan upah minimum sektoral Kabupaten (UMSK).

Demo Buru di Gresik Tuntut UMSK, Pemkab Minta Buruh Dekati Perusahaan yang Sanggup UMSK
surya.co.id/sugiyono
Demo buruh di Gresik menuntut kenaikan upah minimum sektoral kabupaten (UMSK) hingga menutup jalan. 

Surya/Moch Sugiyono
UMSK - Buruh Gresik yang tergabung dalam sekber menutup salah satu ruas jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas, Selasa (15/1/2019).

SURYA.co.id | GRESIK - Serikat pekerja bersama (Sekber) Kabupaten Gresik unjuk rasa di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik menuntut kenaikan upah minimum sektoral kabupaten (UMSK). Ribuan masa menutup salah satu ruang jalan menuju kantor Disnaker.

Massa yang menuntut kenaikan UMSK sebesar 5 persen, 6 persen dan 7 persen dari nilai UMK Rp 3.867.874.

"Kenaikan UMKS sudah diusulkan setiap tahun. Sehingga kita meminta kepada Bupati Gresik untuk mengajukan 46 perusahaan untuk diajukan ke Gubernur untuk ditetapkan UMSK. Kenaikan UMSK mulai 5,6 dan 7 persen," kata Agus Salim, pengurus Sekber Kabupaten Gresik, Selasa (15/1/2019).

Masa sekber akan terus meminta kejelasan terkait kenaikan UMSK kepada Disnaker dan Bupati Gresik.

"Kita akan kawal sampai tiga hari unjuk rasa ke Disnaker untuk mengawal berkas dikirim ke Bupati dan ke Gubernur Jatim," katanya.

Pemkab Gresik melalui bagian Humas mengatakan bahwa terkait tuntutan UMSK, Kabag Humas Sutrisno menyatakan bahwa Pemerintah tidak keberatan untuk mengusulkan UMSK tersebut ke Gubernur Jawa Timur.

“Rencananya, besok Selasa pihak Dinas tenaga Kerja akan menghadap dan melaporkan ke Bupati," kata Sutrisno.

Terkait usulan UMSK pihak Sekber sebanyak 49 perusahaan sudah ditindaklanjuti oleh Disnaker Gresik.

Pihak Disnaker sudah mengumpulkan 49 perusahaan tersebut pada tangga 26 Desember 2018. Memang ada beberapa perusahaan yang setuju dan sanggup memberlakuan UMSK tersebut.

Menurutnya, kalau pemerintah dituntut mengusulkan ke Gubernur dengan pilihan pemerintah atas perusahaan yang akan diusulkan maka pemerintah keberatan.

“Ya kalau perusahaan itu mau, kalau perusahaan itu tidak mau terus bagaimana? Hal ini terkesan pemerintah secara topdown telah menentukan perusahaan yang diusulkan tersebut,” katanya.

Sesuai kenyataan bahwa UMK di Kabupaten Gresik sudah paling tinggi se-Jawa Timur.

“Kami berharap kepada Sekber untuk melakukan pendekatan atau musyawarah dengan perusahaan-perusahaan yang sudah siap untuk menentukan besarnya UMSK. Pemerintah akan langsung mengusulkan kepada Gubernur tidak bergantung jumlahnya perusahaan," imbuhnya.  

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved