Berita Madiun

Awas, Mulai 1 Februari 2019, Parkir Sembarangan di Kota Madiun akan Diderek dan Didenda Rp 250 Ribu

Mulai 1 Februari 2019 mendatang, Pemkot Madiun, melalui Dinas Perhubungan akan menindak tegas kendaraan yang parkir di tempat yang dilarang

Awas, Mulai 1 Februari 2019, Parkir Sembarangan di Kota Madiun akan Diderek dan Didenda Rp 250 Ribu
surya/rahadian bagus
Stiker peringatan ke mobil yang melanggar aturan tempat parkir di Kota Madiun. 

SURYA.co.id | MADIUN - Mulai 1 Februari 2019 mendatang, Pemkot Madiun, melalui Dinas Perhubungan akan menindak tegas kendaraan yang parkir di tempat yang dilarang. Tindakan tegas yang dimaksud adalah pemberian sanksi berupa penggembosan ban kendaraan, penggembokan ban, penderekan kendaraan, dan juga sanksi denda.

"Sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 37 tahun 2018, tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pemberian sanksi akan mulai diberlakukan pada 1 Februari 2019," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Madiun, Ansar Rasidi, saat dikonfirmasi, Selasa (15/1/2019).

Ansar menuturkan, penertiban parkir kendaraan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan berlalulintas. Sebab, selama ini banyak tempat yang sebenarnya tidak boleh digunakan parkir, namun digunakan parkir oleh kendaraan roda dua ataupun roda empat.

"Contohnya di Jalan Alun-alun Utara, di depan Pendopo Kabupaten Madiun, sisi utara dilarang parkir, karena sisi selatan sudah digunakan parkir. Kalau dua-duanya digunakan parkir, akan menyebabkan kemacetan," jelasnya.

Dia menuturkan, nanti apabila sudah diberlakukan, kendaraan sepeda motor atau roda dua yang melanggar, akan dilakukan sanksi penggembosan ban.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat atau mobil yang melanggar, akan dikenakan sanksi penggembokan dan denda Rp 100 ribu, serta sanksi penderekan dan denda Rp 250 ribu.

Sebelum perda tersebut diberlakukan, pihak Dinas Perhubungan Kota Madiun sudah melakukan sosialisasi dengan cara menempelkan stiker peringatan bagi kendaraan yang melanggar.

"Peringatan terakhir dengan menempel stiker. Kami nggak perlu terburu-buru, yang penting ada perubahan budaya di masyarakat, bukan berorientasi ke penindakan," imbuhnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved