Single Focus

Wisata Bahari di Surabaya Utara: Pengerjaan Dua Spot Wisata Diharapkan Gairahkan UKM

Kawasan Surabaya Utara masih menjadi perhatian Pemerintah Kota Surabaya untuk dipoles menjadi kawasan wisata bahari.

Wisata Bahari di Surabaya Utara: Pengerjaan Dua Spot Wisata Diharapkan Gairahkan UKM
surya.co.id/ahmad zaimul haq
WISATA BAHARI - Kampung nelayan di kawasan Bulak, Kenjeran, Kamis (10/1/2019). Pemkot Surabaya berencana memoles kawasan Surabaya Utara menjadi wisata bahari. Tahun 2019 ini akan ada dua spot wisata yang akan ditambah di kawasan Kenjeran-Bulak, yaitu wahana wisat cable car (kereta gantung) dan juga spot ikon wisata patung Suroboyo berukuran besar setinggi 25 meter. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Kawasan Surabaya Utara masih menjadi perhatian Pemerintah Kota Surabaya untuk dipoles menjadi kawasan wisata bahari. Terbaru, tahun ini akan ada dua spot wisata yang akan ditambah di kawasan Kenjeran-Bulak.

Yaitu, wahana wisata cable car atau kereta gantung dan spot ikon wisata patung Suroboyo berukuran besar setinggi 25 meter. Dua ikon baru ini sudah on progress di lapangan.

Uniknya, polesan tambahan wisata bahari Kenjeran itu tak mengambil anggaran Pemkot Surabaya sepeserpun. Murni dari pihak swasta, yang merealisasikan wahana wisata itu melalui penyaluran CSR (corporate social responsibility).

Wacana pembangunan kereta gantung pun sampai di telinga Rachmawati Basuki (38). Warga Sukolilo Lor, yang jarak rumahnya hanya 50 meter dari Jembatan Surabaya itu, mengaku mengetahui rencana pembangunan kereta gantung itu.

"Saya sudah dengar pembangunan cable car, sudah lama tahunya. Tetapi kok sampai saat ini belum mulai ada apa-apa ya," tuturnya, ketika ditemui di galeri UKM batiknya, ArfiJoyo Gallery, Minggu (13/1/2019).

Walau belum terealisasi, rupanya ibu dua anak ini banyak berharap pada pembangunan proyek yang dikerjakan PT PP Properti itu. Harapan tinggi itu ia dapatkan setelah melihat keberhasilan Air Mancur Menari.

Ia bercerita, Air Mancur Menari mendapat respons yang luar biasa positif, baik dari warga Surabaya maupun dari kota-kota lain.

Ini terlihat, selama enam bulan jalan kampungnya tak pernah absen dipenuhi mobil-mobil yang parkir, sampai warga bisa menarik karcis Rp 20.000 per mobil.

"Depan rumah saya ini sampai tidak bisa dimasuki. Parkir full setiap hari, sampai depan SDN 250 Sukolilo Lor. Tetapi itu hanya bertahan enam bulan," ungkapnya.

Kepopuleran Air Mancur Menari mulai meredup sejak diberlakukan pertunjukan air mancur pada jam-jam tertentu. Ia menyebut, banyak pengunjung kecewa karena datang saat air mancur tidak beroperasi.

Halaman
123
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved