Berita Mojokerto

Tak Ada Izin dan Diracik Sendiri, Ibu Rumah Tangga di Kota Mojokerto Jadi Tersangka Kosmetik Ilegal

Seorang ibu rumah tangga warga Rahajeng Ratnasari (29) Panderman, Kranggan, Kota Mojokerto, kedapatan memproduksi dan menjual kosmetik ilegal

Tak Ada Izin dan Diracik Sendiri, Ibu Rumah Tangga di Kota Mojokerto Jadi Tersangka Kosmetik Ilegal
surya/danendra kusumawardana
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono (tengah) beserta jajaran menunjukkan barang bukti kosmetik ilegal buatan Rahajeng Ratnasari (29), Senin (14/1) 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Seorang ibu rumah tangga warga Rahajeng Ratnasari (29) Panderman, Kranggan, Kota Mojokerto, kedapatan memproduksi kosmetik ilegal. Akibat perbuatannya dia pun harus berurusan dengan pihak kepolisian Polres Mojokerto Kota.

Sari sapaan akrabnya tak ditahan, melainkan dikenai wajib lapor meski statusnya telah menjadi tersangka. Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono mengatakan, Sari telah menjalankan bisnis kosmetik ilegal ini selama 2 tahun.

Kosmetik ilegal butan Sari ini tak ada izin edar dari Departemen Kesehatan, tak mencamtumkan komposisi, dan kadaluarsa pada kemasan.

"Indikasi lain kalau kosmetik itu ilegal, ketika dicoba di kulit langsung menimbulkan efek panas lalu memerah," katanya Senin (14/1).

Dia menjelaskan, modus operandi yang dilakukan tersangka yakni membeli bahan kosmetik yang sudah memiliki merk melalui toko online. Kemudian, bahan kosmetik tersebut diolah kembali oleh tersangka.

"kemudian bahan tersebut dikomposisi ulang di antaranya seperti ditambah dengan air. Selanjutnya dikemas ulang dengan merk yang dibuat sendiri. Cara pengolahan kosmetik itu dipelajari secara otodidak," jelasnya.

Sigit menyebutkan, pihaknya menyita sebanyak 350 produk kosmetik. Produk-produk tersebut yakni yakni krim malam, krim siang, sabun, lotion, pembersih wajah, dan pemutih.

"Kami menggandeng Dinas Kesehatan Kota, Balai Pom, dan Laboratorium Forensik untuk mengetahui kandungan dalam kosmetik tersebut. Hasilnya baru bisa didapat selama 1 bulan. Sementara ini masih belum ada korban yang melapor ke kami terkait pemakaian produk," terangnya.

Sigit melanjutkan, kosmetik ilegal tersebut diedarkan oleh Sari di wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto. Sistem pembeliannya sendiri melalui online dan offline. Dia menjual produk itu ke perorangan bukan di toko-toko kosmetik.

"Produk tersebut dijual mulai dari harga Rp 15.000 hingga 100.000. Dia juga menjual secara paketan," lanjutnya.

Bisnis haram ini dilakukan Sari tak lain untuk meraup keuntungan yang besar. Sebab dalam sehari dia bisa meraup keuntungan sebesar Rp 200.000 sampai Rp 300.000.

"Kalau omzetnya dalam seharinya dia mendapatkan Rp 500.000," ucapnya.

Tersangka akan dijerat Pasal 197 subs Pasal 196 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 62 ayat 1 Jo. Pasal 8 ayat 1 dan Pasal 9 ayat 1 UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Ancaman Hukuman 15 tahun untuk Pasal Kesehatan dan untuk Undang-Undang Konsumen yakni 5 tahun," pungkasnya.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved