Single Focus

Surabaya Utara jadi Wisata Bahari: PP Properti Datangkan 20 Unit Kereta Gantung dari China

Setelah Jembatan Ujung Galuh yang dikerjakan Bumi Putera, saat ini patung raksasa Suro Boyo di Taman Suroboyo Kenjeran.

Surabaya Utara jadi Wisata Bahari: PP Properti Datangkan 20 Unit Kereta Gantung dari China
surya.co.id/ahmad zaimul haq
WISATA BAHARI - Deretan perahu nelayan di kawasan Tambak Wedi, Kenjeran, Kamis (10/1). Pemkot Surabaya berencana memoles kawasan Surabaya Utara menjadi wisata bahari. Tahun 2019 ini akan ada dua spot wisata yang akan ditambah di kawasan Kenjeran-Bulak, yaitu wahana wisat cable car (kereta gantung) dan juga spot ikon wisata patung Suroboyo berukuran besar setinggi 25 meter. 

SEJUMLAH destinasi wisata gres di Kota Surabaya bakal dibangun swasta atau pihak ketiga. Setelah Jembatan Ujung Galuh yang dikerjakan Bumi Putera, saat ini patung raksasa Suro Boyo di Taman Suroboyo Kenjeran juga tengah dikerjakan PT Pelindo III (BUMN) dan wahana kereta gantung (cable car) dikerjakan PT PP Properti.

"Kami sudah siap mendatangkan cable car dengan teknologi yang teruji secara internasional dari China," kata Satrio Sujatmiko, Direktur Proyek PT PP Properti Suramadu, Minggu (13/1/2019).

Saat ini, pengerjaan kereta gantung impor itu sudah final dan tinggal mengirim ke Surabaya. Total ada 20 unit kereta gantung yang khusus didatangkan dari negeri Tirai Bambu. Termasuk juga kawat baja yang membentang dan melekat bersama keretanya.

Perusahaan pelat merah ini sepenuhnya membiayai semua pengerjaan konstruksi kereta kotak baja yang berkapasitas 6 seat itu. Nantinya, kereta gantung Suramadu ini akan bergerak di ketinggian 25 meter, melintasi Jembatan Suramadu.

Humas PT PP Properti, Kukuh Prakoso menjelaskan, saat ini tengah dikerjakan delapan pancang pilar utama.

"Total ada delapan pilar. Nanti rutenya membentang sepanjang 725 meter," katanya.

Pihaknya belum bisa memastikan kapan operasional kereta gantung itu. Proyek CSR ini sebelumnya ditarget tuntas 2018. Namun, hingga memasuki tahun 2019 baru dua pilar terpasang.

Salah satu pilar pancang berada di sisi kiri Jembatan Suramadu dari arah Surabaya, sekitar 1,5 km dari kaki Suramadu sisi barat. Di sinilah nantinya tempat naik dan turun penumpang (stasiun kereta gantung).

Selanjutnya, kereta akan bergerak setiap saat. Dari ketinggian 25 meter, pengunjung bisa menikmati indahnya Suramadu dan pantai dengan lepas.

"Nanti akan ada pemandangan fantastik dari dalam kereta gantung. Penumpang bisa menatap Pantai Kenjeran dan melihat pemandangan kota dari ketinggian," tandas Kukuh.

Namun, ia memperkirakan, gerakan kereta gantung itu tidak lama di ketinggian. Kereta nanti bergerak sekitar 10 menit, dan akan ada pergerakan kereta gantung di line.

Kepala Bappeko Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan, wahana cables car akan dikoneksikan dengan Patung Suroboyo dan Sentra Ikan Bulak (SIB).

"Nanti bisa dikonekkan dengan stasiun kereta gantungnya untuk turun di sana. Jadi nggak hanya bolak balik satu stasiun saja, tetapi turun di SIB, kita buatkan tangga. Supaya integrasi itu ada dan mendatangkan dampak ekonomi ke masyarakat," terang Eri. (fai)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved