Berita Sidoarjo

Parkir Berlangganan di Sidoarjoi ternyata Masih Berjalan, Dishub Beralasan Belum Ada Aturan Baru 

Mulai 2019 DPRD dan Pemkab Sidoarjo sepakat menghentikan program parkir berlangganan. Tapi, sampai sekarang program itu masih tetap jalan.

Parkir Berlangganan di Sidoarjoi ternyata Masih Berjalan, Dishub Beralasan Belum Ada Aturan Baru 
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Bahrul Amig, Kepala Dishub Sidoarjo (kanan). Parkir berlangganan di Sidoarjo tetap jalan meski Pemkab dan DPRD sepakat menghentikannya mulai 2019 ini. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Mulai 2019 DPRD dan Pemkab Sidoarjo sepakat menghentikan program parkir berlangganan. Tapi, sampai sekarang program itu di lapangan masih tetap berjalan.

Sejumlah rambu parkir berlangganan masih tetap terpasang. Petugas parkirnya juga tetap ada. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya ketika program ini belum diputuskan berhenti.

Proses pemungutan retribusi parkir berlangganan kepada masyarakat juga tetap berjalan. Warga yang mengurus pajak kendaraan di Samsat tetap ditarik retribusi parkir berlangganan.

"Iya, masih berjalan," jawab Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo Bahrul Amiq saat ditanya tentang ini, Senin (14/1/2019).

Landasan hukumnya juga sama seperti sebelumnya, yakni Perda tentang penataan parkir yang sampai sekarang juga masih berlaku.

"Belum ada aturan baru untuk pengelolaan parkir. Sehingga masih menggunakan aturan seperti sebelumnya," sambung dia.

Terpisah, Ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan saat dikonfirmasi juga mengaku sudah mendapat beberapa aduan terkait masih berjalannya parkir berlangganan di Kota Delta.

"Harusnya sudah tidak ada. Wong Dewan dan Pemkab Sidoarjo telah sepakat menghentikan program parkir berlangganan kok. Selain dalam pembahasan di dewan, kesepakatan itu juga tertuang dalam rapat paripurna bersama Pemkab," urai Wawan, panggilan Sullamul Hadi Nurmawan.

Dalam rapat paripurna yang digelar akhir September 2018 lalu, Dewan resmi mencabut persetujuan tentang MoU Parkir Berlangganan dengan Pemkab Sidoarjo, Polisi, dan Pemprov Jatim.

Terkait masih adanya parkir berlangganan, pihaknya mengaku akan berkordinasi lagi dengan Pemkab dan instansi terkait. Untuk menanyakan kenapa program parkir berlangganan masih diberlakukan, padahal sudah disepakati dihentikan mulai tahun 2019 ini.

Sejak lama parkir berlangganan banyak dikeluhkan masyarakat. Penyebabnya, warga sudah dikenakan bayar retribusi Rp 25.000 untuk sepeda motor dan Rp 50.000 untuk mobil, namun di lapangan tetap saja ditarik uang parkir oleh jukir.

Di sejumlah titik, Dishub juga sudah memasang rambu besar tentang larangan penarikan uang parkir. Tapi nyatanya parktik itu tetap berjalan bertahun-tahun.

Beberapa kali dibahas antara Pemkab dan Dewan, kondisi itu tetap tak berubah. Sampai pada pembahasan APBD 2019 di akhir 2018 lalu, Dewan ngotot menghapus program ini.

Dan setelah melalui proses pembahasan panjang antara Pemkab dan DPRD Sidoarjo, akhirnya disepakati parkir berlangganan dihapus mulai 2019. Pendapatan dari retribusi parkir berlangganan juga sudah tidak masuk dalam daftar APBD 2019.

Tapi belakangan, persoalan itu kembali mencuat. Karena ternyata, parkir berlangganan masih tetap berjalan.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved