Citizen Reporter

Kartu Akhir Tahun

Akhir tahun menjadi salah satu momen spesial yang sering dirayakan kebanyakan orang. Biasanya, momen itu ditutup dengan perayaan pergantian tahun.

Kartu Akhir Tahun
foto:istimewa
Pada semester ganjil tahun ini, sekolah itu berusaha menggali potensi kreatif para siswanya dengan menggali potensi kreatif siswa melalui tugas pembuatan kartu ucapan. 

AKHIR TAHUN menjadi salah satu momen spesial yang sering dirayakan kebanyakan orang. Biasanya, momen itu ditutup dengan perayaan pergantian tahun (tahun baru). Akan tetapi, SMP Kawung 1 Surabaya memiliki cara tersendiri.

Pada semester ganjil tahun ini, sekolah itu berusaha menggali potensi kreatif para siswanya. Dengan bantuan Budi, guru Seni Budaya, siswa menggali potensi kreatif melalui tugas pembuatan kartu ucapan. Nur Afifah, guru Bahasa Inggris, memilih tugas itu karena sederhana, autentik, personal, dan romantis.

“Bila tugasnya melalui internet, gambar lebih mudah didapat. Potensi kreatif tidak akan terlihat. Padahal, ada potensi di dalam diri setiap siswa. Pembuatan kartu ucapan secara manual sangatlah tepat dalam menggali hal itu. Agendanya sangat pas, mengingat 2018 akan segera berakhir,” katanya.

Dengan melibatkan siswa kelas 8, Afifah berhasil mengumpulkan lebih dari 80 kartu ucapan. Hampir seluruh siswa terlibat dalam pembuatan kartu itu. Menurut Suyanto, Wakil Kepala SMP Kawung 1, itu menggembirakan. Karya mereka harus diabadikan.

Tidak membutuhkan peralatan dan bahan yang mahal, karya itu dibuat dari kertas gambar, spidol, dan crayon. Kata-kata yang digunakan para siswa lebih terlihat menarik saat dipadukan dengan gambar dan warna.

“Itu ada kesan seni tersendiri,” kata Budi. “Mereka masih polos. Jadi, seni yang dihasilkan sangat orisinal dan autentik walaupun itu hanya kartu ucapan,” imbuhnya.

Selain itu, juga ada siswa yang membuat kartu ucapan dalam bentuk kolase. Potongan-potongan kertas yang dipadukan dengan gradasi warna itu menjadi karya pembeda.

Selain kartu ucapan, siswa kelas 7 dan 9 juga unjuk karya. Didampingi guru seni budayanya, mereka juga memajang hasil gambar, mulai dari gambar superhero hingga gambar klasik gunung dan laut.

Hanya bermodal papan 2 x 2,3 meter dan tali, semua karya dipajang. Sebagian besar, khususnya kartu ucapan, berisi kata-kata mutiara yang ditujukan kepada orang tua dan orang tersayang.

Afifah berharap, para wali murid diharapkan melihatnya waktu penerimaan rapor nanti. Bukan hanya itu, rencananya agenda semacam itu akan berlanjut setiap bulan. Karya yang dipajangakan diseleksi sesuai dengan tema yang baru.

“Pemajangan karya akan bergantian. Dengan begitu, kreativitas siswa akan tergali,” tutur Afifah.

Moch Fajar Al-Amin
Guru Bahasa Indonesia
SMP Kawung Surabaya
suaraalfian47

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved