Berita Pasuruan

24 Kios Sentra Ikan Asap di Pasuruan Rusak Dihantam Angin Puting Beliung, Begini Kejadiannya

Sebanyak 24 Kios Sentra Ikan Asap di Pasuruan Rusak Dihantam Angin Puting Beliung, Begini kejadiannya

24 Kios Sentra Ikan Asap di Pasuruan Rusak Dihantam Angin Puting Beliung, Begini Kejadiannya
surabaya.tribunnews.com/Galih Lintartika
24 Kios Sentra Ikan Asap di Pasuruan Rusak Dihantam Angin Puting Beliung, Begini Kejadiannya 

SURYA.co.id | PASURUAN  - Puluhan kios di Sentra Ikan Asap, Dusun Gedang klutuk, Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan dihantam angin puting beliung, pada Minggu (13/1/2019) malam.

Sebanyak 24 kios dari total 27 kios di sentra ini rusak atapnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, karena memang sentra kios ini belum ditempati. Rencananya, puluhan kios ini akan mulai ditempati awal Februari ini.

Kepala Desa Kedungboto Subandi menjelaskan, kejadiannya sekitar pukul 22.00. Saat itu, awal mulanya hujan deras disertai angin kencang sejak sore hari. Nah, selanjutnya hujan reda.

"Tiba - tiba terjadi angin kencang. Saya tidak mengira itu ternyata angin puting beliung. Saat kejadian, saya memang ada di situ sama warga," kata Subandi saat ditemui Surya, Senin (14/1/2019) pagi.

Setelah itu, kata dia, terdengar suara gemuruh dari arah persawahan. Tak lama, terdengar juga suara brak, brak, brak dari arah sentra ikan ini.

"Kayaknya angin dari sawah itu bergerak dan menyapu sentra ini. Saya sampai gak bisa bergerak karena kaget melihat sapuan angin puting beliung," lanjut Kades.

Dia menjelaskan, atap kios ini terbang membumbung tinggi sekitar 15 meter lebih. Setelah itu berputar - putar di atas. Ia pun sempat terpaku melihat kejadian itu

"Terus atap yang disapu angin itu jatuh lima meter dari lokasi kejadian awal. Ada sebagian yang menimpa tiang listrik tersebut," kata dia.

Sekadar diketahui, sentra ini dibangun menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2018 sebesar Rp 528 juta. Ada 27 kios yang dibangun di sentra ini.

Tujuan pembangunan ini adalah untuk memberikan wadah para penjual ikan asap asal Desa Kedungboto untuk mengembangkan usahanya dan mampu mendongkrak atau meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Rencananya, sentra ini akan mulai dioperasionalkan sejak Februari mendatang. Tapi, karena ada kejadian seperti ini, maka pihaknya akan mengucurkan dana sekitar Rp 30 juta untuk perbaikan yang rusak.

"Kami akan upayakan maksimal agar februari bisa digunakan dan warga atau penjual ikan asap bisa menggunakan kios paten ini. Kalau selama ini para penjual hanya berjualan di atas saluran irigasi dengan kios sementara tapi kalau sekarang kan permanen," imbuh dia. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved