Berita Magetan

Tak Sanggup Beli Kursi Roda, Bocah 7 Tahun di Magetan Ngesot Hingga Kaki-kakinya Terluka

Meski harus ngesot dan kakinya terus menerus terluka, bocah 7 tahun di Magetan ini tetap semangat. Meski begitu, dia berharap punya kursi roda.

Tak Sanggup Beli Kursi Roda, Bocah 7 Tahun di Magetan Ngesot Hingga Kaki-kakinya Terluka
surabaya.tribunnews.com/doni prasetyo
Dinda Putri Aprilia (7) bocah dari Desa Bogorejo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, sejak kecil harus ngesot atau merayap, ini karena keterbatasan ekonomi keluarga, sehingga tidak bisa berobat. Ironisnya lagi, keinginan Dinda sekolah, juga harus dipendam dalam dalam. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Meski ingin, Dinda Putri Aprilia, bocah 7 tahun dari desa Bogorejo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, tidak bisa berlari-larian seperti anak-anak seumurannya. 

Sejak usia 8 bulan, dia telah mengalami kelumpuhan. Kondisi ini diperparah lagi dengan kaki yang penuh luka lecet karena sejak 4 tahun lalu dia terpaksa berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan cara merayap atau ngesot. 

Sejak 4 tahun lalu, Dinda tak lagi bisa berobat. Sepeninggal bapaknya, Sutopo, kondisi perekonomian keluarganya memang tidak bisa dibilang baik. Keluarganya hanya mengandalkan upah tak seberapa kakak sulungnya, Siswanto, buruh pabrik pakaian dalam di Karangrejo, Magetan

Aminah, Ibu Dinda yang buruh tani juga sakit-sakitan. Mengidap diabetes dan lemaj jantung, perempuan itu hanya bisa duduk menemani Dinda. 

Untuk kehidupan sehari hari, keluarga ini juga dibantu oleh tetangganya yang merasa iba.

Luka

Karena hanya bisa bergerak ngesot dan tak memiliki kursi roda, kaki Dinda sering luka. 

Luka itu tak sempat mengering. Meski demikian,  tak sedikitpun Dinda terlihat murung, bahkan dia sangat ceria bila.teman teman sebayanya bermain ke rumahnya.

"Sakit, perih. Apalagi kalau malam,"kata Dinda singkat kepada Surya yang bertandang ke rumahnya, Minggu (13/1/2019).

Dinda berharap ada dermawan yang bisa memberikan bantuan kursi roda agar luka luka lecet yang menganga di  kedua kakinya bisa mengering dan tidak lagi mengeluarkan bau tidak sedap.

"Kalau ada kursi roda, luka-luka saya ini apa bisa sembuh ya Om? Ini sakit. Terutama kalau malam. Rasanya tidak karuan, saya tidak bisa bobok,"kata Dinda dengan lugunya.

Menurut Aminah, Dinda mengalami kelumpuhan sejak usia delapan bulan.

Berawal dari sakit demam tinggi, karena ketidaktahuan dan menghemat biaya, Dinda dibawa ke dukun bayi untuk dipijatkan. Bukan demamnya jadi reda, tapi malah meninggi hingga kejang kejang dan malah mengalami kelumpuhan.

"Saat usia tiga tahun, Dinda sempat dibawa ke RSUD Provinsi di Kota Madiun dan Solo. Tapi tidak ada perubahan. Karena tidak ada biaya, usaha untuk.mengobatkan Dinda kembali tidak lagi kami lakukan,"kata Aminah kepada.

Kini Aminah hanya berharap uluran tangan dari dermawan atau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan untuk bisa memberikan bantuan berobat, agar anak perempuan semata wayangnya bisa sembuh dan bosa sekolah seperti yang dicita citakan Dinda.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved