Berita Surabaya

Sudah 2 Kali Petugas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Kecele di Petemon

Petugas pemadam kebakaran kota Surabaya kecele oleh informasi salah soal kebakaran di Petemon. Ternyata, ini bukan pertama kalinya terjadi.

Sudah 2 Kali Petugas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Kecele di Petemon
tribun jatim/luhur pambudi
Mobil petugas pemadam kebakaran saat tiba di lokasi yang dikira merupakan lokasi kebakaran rumah. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Belum pernah ada kejadian kebakaran yang melanda pemukiman Patemon, Sawahan, Surabaya. 

Hanya saja, terhitung sudah dua kali, kejadian petugas PMK Surabaya kecele ketika mendapat panggilan darurat di wilayah Petemon.

Seingat Andi, Ketua RT 7 RW 13 Jalan Simo Sidomulyo, Petemon, Sawahan Surabaya, kasus PMK kecele pernah terjadi sebelumnya.

Kejadian pertama, di wilayah Petemon Gang Empat, tepatnya di sisi utara dari gang kekuasaannya.

Andi mengungkapkan, PMK Surabaya sempat mendapat telpon dari seorang pelapor yang tak diketahui namanya.

Saat PMK Surabaya tiba ke lokasi, ternyata telpon laporan darurat itu adalah telpon darurat fiktif. karena kebakaran terbukti tidak terjadi.

"Hingga saat ini ga tau orangnya, padahal PMK sudah datang bawa mobil tapi gak sebanyak kali ini," katanya, Minggu (13/1/2019), seraya mengarahkan telunjuk tangan kirinya ke arah utara.

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Kecele, Mobil Pemadam Terpaksa Balik ke Garasi

Kejadian kedua. Tepatnya pada hari Minggu (13/1/2019), seorang warga bernama Anindita menelpon Call Centre 112 karena melihat adanya asap pekat warna hitam membumbung tinggi.

Namun untuk kejadian ini, Andi memaklumi Anindita yang tidak bisa sepenuhnya disalahkan.

Andi menerangkan, Anindita diakui sedang dalam kondisi panik, karena melihat langsung asapnya yang begitu tebal muncul dari balik tembok belakang rumah Hansen, tetangganya di Jalan Pacuan Kuda RT 01 RW 13, Petemon, Sawahan.

Kepanikan Anindita, menurut Andi wajar, karena di sisi utata rumah Hansen terdapat area parkir umum, yang mana terdapat mobil-mobil warga yang kebetulan diparkir di sana.

"Dia tidak salah, karena memang asapnya ada kok, dan takut merembet," terangnya.

Justru, lanjut Andi, yang harusnya disalahkan adalah si pemilik rumah yang diketahui bernama Hansen.

Lantaran dianggap lalai dalam melakukan proses pembakaran sampah di dekat pemukiman padat dan tanpa pengawasan.

"Saya dapat info dari karyawannya kalau Hansen bakar sampah tapi ketiduran di dalam rumah, asapnya lalu membumbung tinggi tebal warna hitam, bikin panik warga, biar nanti Pak RW yang akan menindak tegas dia," tegasnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved