Berita Pasuruan

Polisi, TNI, dan Warga Beji Kabupaten Pasuruan Gelar Tahlilan di TKP Laka KA Jayabaya Vs Minibus

Polri, TNI, dan warga Beji Kabupaten Pasuruan gelar tahlilan di lokasi kecelakaan maut KA Jayabaya vs minibus L 300.

Polisi, TNI, dan Warga Beji Kabupaten Pasuruan Gelar Tahlilan di TKP Laka KA Jayabaya Vs Minibus
surya/galih lintartika
Suasana tahlilan di lokasi laka maut Minibus L300 Vs KA Jayabaya di Beji, Kabupaten Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Masyarakat Dusun Roh Kepuh, Desa Beji, Kecamatan Beji, bersama polisi dan TNI menggelar acara tahlilan di perlintasan Kereta Api (KA) sebidang di Desa Beji, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan atau di dekat Yonkav 8 Tank Beji. Ini merupakan lokasi kecelakaan maut yang melibatkan KA Jayabaya vs minibus L 300 beberapa waktu lalu.

Dalam kecelakaan maut itu, lima penumpang di dalam minibus meninggal dunia, sedangkan satu orang selamat meski mengalami luka dalam insiden yang mengerikan tersebut.

Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Eko Iskandar, menjelaskan pihaknya mendadak diundang tokoh agama, sesepuh dusun setempat untuk ikut serta dalam tahlilan tersebut.

Menurutnya, tahlilan ini merupakan salah satu cara untuk mendoakan agar lima orang yang meninggal dunia dalam kecelakaan itu diterima di sisi Sang Pencipta. Amalannya diterima dan dosanya diampuni selama hidupnya ini.

"Ini acara tahlilan saja. Harapannya agar mereka yang meninggal dunia bisa diterima di sisi Sang Pencipta. Dan kedua berdoa untuk memohon agar tidak ada kejadian serupa terjadi di sana kemudian hari," kata Eko.

Eko menerangkan, saat ini, pihaknya sedang berusaha maksimal untuk mendapatkan jawaban dari Dishub atau KAI terkait lampu atau sirine di perlintasan itu yang mati. Bahkan itu sudah menjadi keluhan masyarakat selama ini.

"Mudah-mudahan segera ada jawabannya dan bisa menjadi solusi dari permasalahan ini. Kami berharap kejadian ini tidak terjadi lagi. Hati-hati di jalan dan selalu waspada apalagi saat melintasi perlintasan kereta api. Tengok kanan kiri dulu," tambahnya.

"Semoga ini menjadi kejadian pertama dan terakhir. Ke depannya tidak ada kejadian seperti ini, apalagi korbannya sampai lima orang meninggal dunia," kata salah satu tokoh agama dusun setempat.

Kecelakaan Maut KA Jaya Baya vs Mobil Travel di Pasuruan, Sopir Diduga Tak Konsentrasi Mengemudi

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut ini terjadi Rabu (9/1/2018) dinihari. Kecelakaan melibatkan minibus Mitsubishi L 300 Nopol P 1264 DE dan KA Jaya Baya 145 dengan No lok CC 20161306.

Akibatnya, enam orang penumpang minibus menjadi korbannya. Lima orang dinyatakan meninggal dunia, dan satu dinyatakan mengalami luka ringan. Semua korban kini sudah dibawa dan ditangani di RSUD Bangil.

Lima korban yang meninggal dunia adalah Mambahul Fadil , sopir L 300. Ia berusia 42 tahun warga, Gebangtaman, Deaa Kebonagung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

Kedua, Budi Yuniarso (51) warga Jalan Apel Raya, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Ketiga, Mariam (45) warga Desa Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Keempat, Sri Praptuaningsih (52) warga Jalan Kawi, Sumbersari, Kabupaten Jember, dan korban meninggal lainnya, Riki Sukiandra (47), waefa Kacapiring, Kabupaten Jember.

Sedangkan korban selamat, dan mengalami luka ringan adalah Saranya (20) mahasiswi Thailand yang sedang studi di Jember.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved