Berita Lamongan

Akun Facebook Humas RSUD dr Soegiri Lamongan Diretas untuk Cari Utang, Begini Modus Pelaku

Akun media sosial para pejabat jadi sasaran para peretas. Sebelumnya, akun Facebook Sekkab Lamongan, Yuhronur Efendi diretas dan digunakan cari utang.

Akun Facebook Humas RSUD dr Soegiri Lamongan Diretas untuk Cari Utang, Begini Modus Pelaku
Facebook messengger
Akun Facebook Humas RSUD dr Soegiri Lamongan Diretas untuk Cari Utang 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Akun media sosial para pejabat jadi sasaran empuk para peretas. Sebelumnya, akun Facebook Sekkab Lamongan diretas dan digunakan untuk hutang uang.

Kini giliran akun Facebook Humas RSUD dr Soegiri Lamongan diretas, Dina Ariyani menjadi korban berikutnya. Dan akun Facebook Humas RSUD dr Soegiri Lamongan diretas juga masih menggunakan modus yang sama untuk pinjam uang yang dikirimkan ke korban melalui Facebook messenger.

Kepada korbannya, peretas ini meminta bantuan untuk meminjam uang yang dikirimkan melalui rekening bank. Modusnya, seolah pemilik akun sedang kalut butuh uang, sedang rekeningnya bermasalah. 

Alasan Sejumlah Kiai Sidogiri Pasuruan Dukung Prabowo-Sandi, Bukan Dukung Jokowi-Maruf Amin

20 WNA Praktik Pijat Ilegal Ditangkap di Palembang, Raup Untung Rp 1 M Per Hari, Pelanggannya Artis

"Rencana nya sy mau pinjam saldo atm mu 1jt buat trf ke rek teman sy insya allah nanti malam jam 7 udah sy kembalikan," tulis akun yang mengatasnamakan Dina yang ditujukan pada korban.

Sedangkan akun Facebook pejabat Lamongan yang lain, yaitu akun Facebook atas nama Yuhronur Efendi juga mengalami hal yang sama. Akun FB milik Sekkab Lamongan ini juga memanfaatkan Facebook messenger untuk berkirim pesan meminta uang.

Akun yang memakai nama Yuhronur Efendi ini mengirim pesan ke pejabat, kepala desa, staf pemkab dan bahkan ada mahasiswa

"Sementara ini baru satu orang yang jadi korban, yang mengaku sudah berkirim ke rekening peretas yang memakai nama saya itu," ungkap Yuhronur.

Baik Yuhronur maupun Dina mengaku tidak tahu kalau ada akun dengan nama yang sama yang meminta uang. Mereka tahunya ketika tiba-tiba saja banyak yang konfirmasi mengenai hal ini ke nomor handphone mereka.

Yuhronur sudah melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat dikonfirmasi TribunJatim.com, Sabtu (12/1/2019) mengatakan, modus yang dipakai oleh penipu adalah menggandakan akun yang sudah ada untuk digunakan sebagai alat penipuan.

"Akun Facebook tersebut bukan diretas tapi di kloning dengan cara pelakunya membuat 2 akun palsu atas nama pejabat yang bersangkutan untuk melakukan penipuan," ungkapnya.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved