Penjelasan Pakar Ilmu Serangga LIPI Soal Kasus 7 Orang Tewas Disengat Tawon Vespa (Ndas) di Klaten

Pakar ilmu serangga LIPI angkat bicara terkait kasus tujuh orang tewas disengat tawon Vespa atau Ndas di Klaten

Penjelasan Pakar Ilmu Serangga LIPI Soal Kasus 7 Orang Tewas Disengat Tawon Vespa (Ndas) di Klaten
Maluco1968/Wikipedia
7 orang tewas disengat tawon Vespa atau Ndas di Klaten 

SURYA.co.id - Hari Nugroho selaku pakar ilmu serangga LIPI angkat bicara terkait kasus tujuh orang tewas disengat tawon Vespa atau Ndas di Klaten

Seperti diketahui, baru-baru ini warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sedang diresahkan oleh keberadaan tawon Vespa affinis atau biasa disebut tawon ndas yang telah menewaskan tujuh orang.

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Mengenal Tawon Ndas yang Tewaskan 7 Orang di Klaten', Hari Nugroho menegaskan bahwa tawon vespa atau ndas yang menewaskan tujuh orang diklaten itu, bukanlah jenis baru bagi masyarakat Indonesia.

Malah, serangga yang bernama ilmiah Vespa affinis ini telah tersebar di Asia tropis, termasuk Indonesia.

“Jadi, memang bukan jenis asing atau invasif yang masuk di Indonesia, tetapi memang sejak dulu ada di Indonesia,” katanya kepada Kompas.com ketika diwawancarai via telepon, Jumat (11/1/2019).

Tawon vespa atau ndas bisa ditemukan di banyak tempat, mulai dari kawasan dan tepian hutan, di tebing-tebing hingga sekitar pemukiman warga yang tingginya kurang dari 500 meter di atas permukaan air laut atau dataran rendah.

Vespa affinis
Vespa affinis (Maluco1968/Wikipedia)

Tawon vespa atau ndas bisa dengan mudah dikenali dengan ukurannya yang agak besar, yaitu panjang sekitar tiga sentimeter, tubuh yang berwarna hitam dan gelang berwarna kuning atau oranye di perut.

Lantas, mengapa feomena penyerangan tawon Vespa atau ndas terhadap manusia begitu marak di Klaten hingga menewaskan tujuh orang?

Hari berkata bahwa pengaruhnya ada macam-macam. Meski demikian, ia tidak percaya bahwa ini merupakan akibat dari ledakan populasi tawon Vespa atau ndas.

“Saya tidak mau menyimpulkan demikian karena sudah sejak lama tawon ini ada di mana-mana, dan tidak aneh kalau dia bersarang di seputaran pemukiman,” katanya.

Halaman
123
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved