Rumah Politik Jatim

Mantan KSAD Jenderal Purn Djoko Santoso Mengungkapkan Jurus Memenangkan Prabowo - Sandiaga Uno

"Saya lama kenal dengan Pak SBY dan Pak Prabowo. Saya juga menjamin Pak Prabowo orang yang rendah hati, jujur dan sportif"

Mantan KSAD Jenderal Purn Djoko Santoso Mengungkapkan Jurus Memenangkan Prabowo - Sandiaga Uno
SURYA.co.id/Didik Mashudi
Jenderal Purn Djoko Santoso sewaktu menghadiri silaturahmi purnawirawan TNI dan wara kawuri di Taman Tirtoyoso, Kota Kediri, Sabtu (12/1/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Mantan KSAD Jenderal Purn Djoko Santoso mengungkapkan jurus dan kiat untuk memenangkan Prabowo - Sandiaga Uno. Salah satu kiat itu memakai jurus dobel track strategi.

"Pak Prabowo dan Pak SBY sudah bertemu dan telah menyiapkan dobel track strategi. Track pertama sudah sampai finis, sekarang sedang berlangsung track kedua," ungkap Jenderal Djoko Santoso dihadapan para purnawirawan TNI dan wara kawuri di Taman Tirtoyoso, Kota Kediri, Sabtu (12/1/2019).

Dijelaskan, saat ini tengah berlangsung track kedua dimana Capres Prabowo bersama mantan Presiden SBY bakal turun bersama-sama.

"Pak SBY bakal turun ke Jatim untuk memenangkan Pak Prabowo. Pak SBY juga menyampaikan insya Allah Prabowo menang," tandasnya.

Diungkapkan Djoko Santoso, dirinya banyak belajar dari SBY dan Prabowo sebagai seniornya di militer.

"Saya lama kenal dengan Pak SBY dan Pak Prabowo. Saya juga menjamin Pak Prabowo orang yang rendah hati, jujur dan sportif," jelasnya.

Djoko menambahkan, meski dirinya sebagai juniornya, namun Prabowo selalu memberikan hormat kepada dirinya.

"Kalau saya datang di acaranya kalau saya datang duluan pasti beliau hormat kepada saya. Pak Prabowo juga menyampaikan kalau saya anak buahnya yang berhasil menyalipnya," ungkapnya.

Ditegaskan, meski mendukung Prabowo, namun juga siap untuk mengawal dan melakukan koreksinya.

"Jika jalannya perlu dikoreksi, saya orang pertama yang akan mengoreksi," tegasnya.

Djoko juga mengingatkan untuk mengoreksi negara harus melihat konstitusi. Mengenai Pancasila harus dilihat dari konstitusi.

Pada kesempatan itu Djoko juga mengingatkan akan hadirnya bahaya kapitalisme gaya baru. Dampak dari kapitalisme ini bangsa Indonesia sedang menghadapi VOC jilid 2.

"Jika dahulu VOC jilid satu didukung kapitalisme kuno, VOC jilid dua didukung kapitalisme moderen. Kita sudah dicengkeram," tandasnya.

Kegiatan silaturahmi ini juga dihadiri Mayjen Purn Suwarno yang mengingatkan masyarakat semakin terpuruknya nasib petani tebu. Karena gula petani harganya anjlok akibat kebijaka impor gula.

"Para petani belum dibayar, tapi malah mendatangkan gula impor," ujarnya.

Kegiatan silaturahmi TNI dan wara kawuri dihadiri sekitar 2.000 massa. Selain itu calon legislatif dari partai pendukung Prabowo - Sandiaga Uno.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved