Berita Lamongan

Angin Puting Beliung juga Hancurkan 21 Rumah di Kecamatan Karangbinangun Lamongan, Ada Korban Jiwa

Angin puting beliung yang merusak puluhan rumah tidak hanya terjadi di dua desa Kecamatan Glagah, tapi juga di Kecamatan Karangbinangun, Lamongan.

Angin Puting Beliung juga Hancurkan 21 Rumah di Kecamatan Karangbinangun Lamongan, Ada Korban Jiwa
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Satu bangunan gudang yang roboh rata dengan tanah di wilayah Desa Glagah. Angin Puting Beliung juga Terjang 21 Rumah di Kecamatan Karangbinangun Lamongan 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Angin puting beliung yang merusak puluhan rumah tidak hanya terjadi di dua desa Kecamatan Glagah.

Kejadian serupa terjadi di Kecamatan Karangbinangun, tepatnya di Desa Priyoso, Sabtu (12/1/2019). Jumlah rumah rusak terdata sebanyak 21 rumah dengan tingkat kerusakan yang sama seperti di dua desa, Desa Glagah dan Desa Margoanyar Kecamatan Glagah.

Kerusakan rumah penduduk terjadi pada atap dan plafon. Sementara pohon besar yang tumbang hanya 3 pohon. Angin puting beliung di Kecamatan Karangbinangun tak sampai menelan korban jiwa maupun luka.

Razia Warung Miras di GOR Jayabaya, Satpol PP Kota Kediri Temukan Pekerja Anak dan Pesta Miras

Lamongan Diterjang Puting Beliung, Gudang Runtuh dan Puskesmas Rusak

Seorang Kakek Nekad Cabuli Bocah Kelas 5 SD di Ruang Tamu, Korban Melakukan Perlawanan dan Berteriak

Petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan TRC dari masing - masing Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) bersama personil Polres dan Kodim 0812 dikonsentrasikan di dua Kecamatan Glagah dan Kecamatan Karangbinangun lokasi bencana.

Kepala BPBD Lamongan, Suprapto mengatakan pihaknya masih konsen membantu evakuasi material yang porak poranda akibat terjangan angin puting beliung.

"Penghitungan kerugian masih harus melibatkan OPD terkait seperti Dinas PUPR, Dinas Sosial dan intansi terkait," kata Suprapto.
Camat Glagah, Suwignyo dikonfirmasi terkait kemungkinan sudah adanya perhitungan kerugian yang dialami warganya, pihaknya belum bisa menghitung.

Suwignyo mengaku fokus pada upaya membantu korban. "Besuk Minggu (13/1/2019) kami buat surat dan Senin (14/1/2019) segera kami kirim ke Dinas Sosial dan Dinas PUPR," ungkap Suwignyo.

Suwignya akan mengutamankan untuk meringankan beban para korban. Orang nomor satu di Glagah ini turut menyayangkan adanya informasi yang menyebut Puskesmas Glagah sampai tak mampu menampung korban.

"Wong tidak korban apa - apa," katanya.

Bahkan Puskesmas Glagah masih normal melayani kunjungan pasien yang berobat.

Atap genting dan plafon Puskesmas yang runtuh ada di ruang kelas dua, yang kebetulan sedang tidak ada pasien.

Sampai berita ini dikirim dari pertigaan jalan hingga ke Utara radius 1 kilometer aliran listrik PLN belum pulih.

Sepanjang jalan PUK itu gelap gulita. Namun masih beruntung semua pohon yang tumbang sudah dipinggirkan.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved