Berita Surabaya

Surabaya Survey Center : Banjir dan Kemacetan Masih Jadi PR Besar Pemerintah Kota Surabaya

Banjir dan kemacetan, menduduki peringkat atas yang dianggap butuh diselesaikan oleh pemerintahan Kota Surabaya ke depan.

Surabaya Survey Center : Banjir dan Kemacetan Masih Jadi PR Besar Pemerintah Kota Surabaya
surya/ahmaz zaimul haq
Proyek box culvert di Sememi yang dikebut penyelesaiannya, Selasa (1/1/2019). Penuntasan proyek box culvert di Surabaya Barat itu tidak saja bisa mencegah banjir, tapi juga bisa mengurai macet jalur Surabaya-Gresik. Total ada 2,4 KM proyek box culvert penutup sungai yang akan dijadikan jalan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Masalah banjir dan macet masih menjadi masalah yang dianggap belum teratasi di pemerintahan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana.

Dua masalah tersebut, banjir dan kemacetan, masih menduduki peringkat atas yang dianggap butuh diselesaikan oleh pemerintahan Kota Surabaya ke depan.

Hal tersebut tercermin dari hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) terkait PR yang harus diselesaikan oleh wali kota dan wakil wali kota Surabaya setelah Risma - Whisnu.

Peneliti SSC Elis Yusniawati mengatakan, survei dilakukan SSC di bulan Desember 2018 di 31 Kecamatan di Kota Surabaya.

Riset ini dilakukan dengan melibatkan 1000 responden melalui teknik stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih sebanyak 3.1 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

"Dari hasil riset kami sebanyak 20,5 persen responden memandang banjir dan macet perlu untuk diperhatikan bagi wali Kota Surabaya pasca Bu Risma," kata Elis pada SURYA.co.id, Jumat (11/9/2019).

Sedangkan di urutan kedua masalah yang juga dianggap PR untuk pemerintahan ke depan adalah masalah pembangunan infrastruktur.

Ada sebanyak 18,2 persen responden yang menganggap pembangunan infrastruktur perlu untuk menjadi fokus pembangunan. Infrastruktur ini, menurut responden, terutama jalan.

Tidak hanya itu, sektor kriminalitas pun, lanjut Elis, juga menjadi sorotan bagi responden.

Sebanyak 14.6 persen responden menganggap ini sebagai PR Pemkot Surabaya.

"Di posisi keempat, akses bantuan pendidikan dan pengobatan gratis dianggap 13,8 persen responden sebagai hal yang butuh perhatian. Lalu sebanyak 10 persen menyatakan perlu adanya perhatian di sektor lapangan kerja," tambah Elis.

Uniknya, meskipun Kota Surabaya tersohor dengan tamannya yang cantik dan apik, dan juga tingkat kebersihan yang cukup baik di tengah kota, dari data survey SSC, sebanyak 7,5 persen responden menganggap masalah kebersihan dan keindahan kota masih menjadi PR bagi Pemkot Surabaya.

Selain itu, masih ada 2,6 persen yang menjawab lain-lain dan 12,8 persen menjawab tidak tahu atau bahkan tidak menjawab.

"Artinya ini adalah masalah-masalah yang harus menjadi perhatian bagi calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya ke depan. Ini adalah PR dimana warga Surabaya ingin agar bisa diselesaikan pemerintahan selanjutnya," kata Elis.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved