Berita Surabaya

Pengamat Politik Jelaskan Fenomena di Balik Deklarasi Caleg PBB Mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin

"Jadi rakyat itu akan memilih calon yang kemungkinan menangnya tinggi, karena identik melihat ke koalisi Jokowi," ujar Wawan

Pengamat Politik Jelaskan Fenomena di Balik Deklarasi Caleg PBB Mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin
SURYA.co.id/Atwamiq Thoriq
Sejumlah caleg PBB mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-Amin, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejumlah calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Bulan Bintang (PBB) Dapil Surabaya, Sidoarjo dan Jawa Timur mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin, Selasa (8/1/2019) lalu.

Deklarasi ini berseberangan dengan pernyataan ketua Dewan Syuro PBB, MS Kaban yang menjelaskan bahwa PBB satu komando mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019.

Melihat fenomena tersebut, pengamat politik dari Universitas Brawijaya Malang, Wawan Sobari menyebut fenomena Bandwagon Effect.

"Jadi rakyat itu akan memilih calon yang kemungkinan menangnya tinggi, karena identik melihat ke koalisi Jokowi," ujar Wawan, Jumat (11/1/2019).

Ia menambahkan, Bandwagon Effect mirip seperti partai Demokrat dengan figur Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal tersebut karena pemilih cenderung memilih Partai Demokrat karena figur SBY.

"Seperti dulu ketika SBY dengan Demokrat, orang pilih Demokrat karena SBY presiden. Sebenarnya intinya lebih kepada siapa yang paling dominan mengusung Jokowi, kalau Jokowi dicalonkan PDIP dari awal elektabilitas yang naik adalah PDIP, bukan berarti koalisi lain akan kecipratan," beber Wawan.

Wawan menambahkan, Bandwagon Effect ini adalah adaptasi dari gaya politik dari Amerika.

"Itu juga terjadi pada pemilu di Amerika, bahwa figur calon presiden akan identik dengan pilihan legislatif, apakah ke partai Demokrat atau ke partai Republik, sebenarnya konteksnya konteks Amerika," pungkasnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved