Berita Surabaya

Hitech Mall Surabaya Jadi Sentra UKM dan Gedung Seni, Pedagang Minta Ikut Menempati, ini Alasannya

Ikon Hitech Mal sebagai pusat perdagangan IT terbesar akan lenyap seiring berakhirnya masa pengelolaan Hitech Mall di bawah PT Sasana Boga pada April

Hitech Mall Surabaya Jadi Sentra UKM dan Gedung Seni, Pedagang Minta Ikut Menempati, ini Alasannya
surya.co.id/nuraini faiq
Suasana Hitech Mall Surabaya pada Kamis (4/9/2018). Pusat perbelanjaan IT ini akan berubah fungsi menjadi sentra UKM binaan Pemkot Surabaya dan gedung seni. 

Para pedagang sudah mengetahui bahwa Pemkot akan mengambil alih Hitech Mall karena Atas berakhirnya masa pengelolaan. Hal ini sempat membuat panik pedagang. Berkembang informasi di kalangan pedagang bahwa mereka harus Mengosongkan stan sebelum April 2019. 

"Kami sudah tahu bahwa April besok berakhirnya masa pengelolaan di bawah PT Sasana Boga. Tapi kami tetap berharap kami bisa jualan;" kata koordinator pedagang Hitech Mal Rudi Abdullah. 

Demi perjuangan untuk tetap berada di Hitech Mall setelah April 2019 nanti, saat ini pedagang mengajukan petisi kepada Pemkot Surabaya. Apalagi berkembang informasi bahwa keputusan menjadikan Hitech Mall sebagai mal UKM dan gedung kesenian sudah final.

Namun, pedagang masih berharap akan ada kebijakan Lain. Apalagi kemungkinan besar, yang berhak mengisi mal UKM itu adalah semua UKM binaan Pemkot Surabaya. Yayuk sendiri membenarkan bahwa pengisi stan Hitech Mall setelah April 2019 adalah UKM binaan Pemkot.

"Sudah kami galang dukungan dan kami sampaikan ke Pemkot Surabaya. Kami mendukung Pemkot mengelola Hitech Mall. Namun kami berharap bisa ikut menempati kembali. Kami juga banyak dari UKM," kata Rudi yang pemilik kios tas dan jaket kulit. 

Selain pedagang elektronik, ada juga pedagang nonelektronik. Terutama lantai basement ada pusat perbelanjaan Ramayana, KFC, dan berderet kios tas, sepatu, dan kios Kuliner. Mereka adalah pedagang yang tanggung jawab dan hubungannya dengan PT Sasana Boga. 

Meski pengisi Hitech Mall baru nanti bisa jadi bukan pedagang lama, namun Rudi tetap yakin bahwa keputusan itu belum final. Pemkot diyakini tetap akan memberi stan untuk pedagang lama. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved