Berita Surabaya

Hitech Mall Surabaya Jadi Sentra UKM dan Gedung Seni, Pedagang Minta Ikut Menempati, ini Alasannya

Ikon Hitech Mal sebagai pusat perdagangan IT terbesar akan lenyap seiring berakhirnya masa pengelolaan Hitech Mall di bawah PT Sasana Boga pada April

Hitech Mall Surabaya Jadi Sentra UKM dan Gedung Seni, Pedagang Minta Ikut Menempati, ini Alasannya
surya.co.id/nuraini faiq
Suasana Hitech Mall Surabaya pada Kamis (4/9/2018). Pusat perbelanjaan IT ini akan berubah fungsi menjadi sentra UKM binaan Pemkot Surabaya dan gedung seni. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Ikon Hitech Mal sebagai pusat perdagangan IT terbesar akan lenyap seiring berakhirnya masa pengelolaan Hitech Mall di bawah PT Sasana Boga pada April 2019. Gedung empat lantai itu akan berubah fungsi menjai Mal UKM dan gedung seni. 

Mal yang berlokasi di Jl Kusuma Bangsa itu akan diambil alih pengelolaannya kepada Pemkot Surabaya. Sebab, gedung megah itu aset pemkot Surabaya.

Mal yang hampir semua lantianya merupakan  stan barang elektronik itu akan diambil alih oleh Pemkot Surabaya. Perjanjian hak guna usaha PT Sasana Boga berakhir tahun ini setelah 30 tahun mengelola Hitech Mal.

 "Pemkot akan mengambil alih Hitech Mal setelah gedung diserahkan. Selanjutnya akan jadi sentra UKM dan gedung kesenian," tandas Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya, Maria Ekawati Rahayu, Jumat (11/1/2018).

Berdasarkan perjanjian dengan Pemkot Surabaya, gedung dibangun pihak ketiga bukan pemkot. Gedung yang tuntas dibangun pada 31 Maret 1989 itu digunausahakan oleh PT Sasana Boga. Masa penggunaan gedung itu Selama 30 tahun. Masa perjanjian berakhir pada Maret 2019.

Saat ini, proses menuju penyerahan gedung Hitech mal kepada Pemkot tengah berlangsung. Sekitar November 2018 kemarin dilakukan pertemuan Pemkot dan Sasana. Pembicaraan dilakukan untuk memikirkan keberlangsungan sekitar 500 pedagang. Jumlah stan atau kios sekitar 350.

Yayuk, panggilan akrab Maria Ekawati Rahayu, menuturkan bahwa sudah ada rencana Pemkot memfungsikan aset itu untuk pengembangan ekonomi kerakyatan. Seluruh gedung eks-Hitech Mal itu akan diperuntukkan bagi UKM.

"Semua UKM binaan Pemkot akan menempati Hitech Mal. Bukan pedagang yang saat ini berada di Hitech Mal. Sebab para pedagang itu adalah urusannya dengan Sasana. Bukan dengan Pemkot;" tandas Yayuk. 

Ratusan pedagang Hitech Mal tersebut mulai menempati mal sejak tahun 1990-an. Mereka menyewa setiap stan atau kios dengan harga sewa (investasi) antera Rp 15 juta - Rp 50 juta sesuai ukuran. Rata-tata stan berukuran 3x4 meter. 

Sejak 1990-an Hitech Mal semula bernama Mega Mal dan baru pada 2000-an berubah menjadi Hitech Mall. Lima tahun terakhir ini geliat mal IT ini mulai berkurang. Bahkan ada yang sudah mendapat tawaran menempati stan lain di luar Hitech Mall yang masih di bawah pengelolaan Sasana Boga.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved