Berita Sidoarjo

Beli Uang Palsu Secara Online Lalu Dipakai Belanja di Sidoarjo, Warga Kediri Diciduk Polisi

Warga Kediri membeli uang palsu jutaan Rupiah di situs jual beli online. Uang palsu itu lalu dipakai belanja di Sidoarjo. Ketahuan polisi, dia diciduk

Beli Uang Palsu Secara Online Lalu Dipakai Belanja di Sidoarjo, Warga Kediri Diciduk Polisi
tribun jatim/kukuh kurniawan
Kapolsek Krian, Kompol Muhammad Kholil menunjukkan barang bukti uang palsu yang disita dari tersangka pengedar uang palsu di Sidoarjo. 

Laporan wartawan TribunJatim. com, Kukuh Kurniawan

SURYA.co.id | SIDOARJO - Jajaran Polsek Krian Sidoarjo mengawali tahun 2019 dengan menangkap seorang pengedar uang palsu.

Kapolsek Krian, Kompol Muhammad Kholil mengatakan, tersangka dengan inisal ATS (19) warga Desa Kayen Kidul, Kecamatan Kayen, Kediri tersebut ditangkap setelah membeli topeng barongan menggunakan uang palsu.

"Tersangka saat itu membeli topeng barongan kepada seseorang berinisial HR sebesar Rp. 2.850.000 dengan uang pecahan Rp. 100 ribu. Namun setelah barang diserahkan dan transaksi jual beli selesai. Ternyata saudara HR curiga terhadap warna uang dari tersangka yang agak pudar. Kemudian HR langsung melaporkan tersangka ke Polsek Krian," kata Kapolsek Krian, Kompol Muhammad Kholil, Jumat (11/01/2019).

Setelah ditangkap dan diinterogasi, terungkap bahwa pelaku memang sengaja membeli menggunakan uang palsu.

"Dari penyelidikan, didapatkan selain 28 uang palsu pecahan 100 ribu, Juga ada satu lembar uang palsu pecahan 50 ribu. Di rumah tersangka sendiri juga terdapat enam lembar uang palsu pecahan 100 ribu. Jadi total uang palsunya ada sekitar3.500.000," terangnya.

Muhammad menjelaskan, tersangka mendapatkan uang palsu tersebut dengan membeli secara online di salah satu situs jual beli.

"Menurut pengakuannya ia membeli dari seseorang yang mengaku bernama NR yang berdomisili di Subang, Jawa Barat. Dengan cara membayar menggunakan uang asli Rp. 1.000.000 maka akan mendapatkan uang palsu sebesar Rp. 4.000.000," jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku sekarang meringkuk di tahanan Polsek Krian.

"Pelaku kami kenakan Pasal 36 ayat (2) dan (3) UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman pidana 15 belas tahun dan denda paling banyak Rp. 50 milyar," tandasnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved