Berita Surabaya

Uji Coba Alat Pemadam Kebakaran: PMK Kecewa Bonfet Soteria, Proses Operasinya Ancam Petugas

Hasil evaluasi uji coba alat pemadam Bonfet Soteria yang dilakukan PMK Surabaya, belum memuaskan.

Uji Coba Alat Pemadam Kebakaran: PMK Kecewa Bonfet Soteria, Proses Operasinya Ancam Petugas
foto:luhur pambudi
Suasana uji coba alat pemadam Bonfet Soteria oleh PMK Surabaya, Kamis (10/1/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hasil evaluasi uji coba alat pemadam Bonfet Soteria yang dilakukan PMK Surabaya, belum memuaskan.

Saat diujicoba pada nyala api yang bersumber dari bakaran kayu, Bonfet Soteria dinilai lambat meredam kobaran api.

Kasat PMK Surabaya Irvan Widyanto menghimbau para personelnya untuk tidak menggunakan alat itu.

Ia mendesak untuk cari segera alat baru yang lebih canggih daripada Bonfet Soteria.

"Jangan gunakan lagi alat itu, ternyata lamban padamkan api," katanya saat memimpin evaluasi di Balai Diklat PMK Surabaya Jl Margomulyo Industri Raya Blok F-7 No.9, Greges, Asemrowo, Surabaya, Kamis (10/1/2019).

Bukan hanya karena lamban padamkan api, Irvan menambahkan, proses penggunaan Bonfet Soteria dengan cara melempar ke titik nyala api.

Ternyata berpotensi ancam keselamatan para Petugas PMK Surabaya alias Romy Sableng.

"Tadi saya lihat cukup membahayakan, alat itu tidak efektif, jangan dipakai, cari alat baru, kita uji coba lagi," katanya.

Mendengar penuturan Irvan, Imam Mahmudi (39) Kasi Perencanaan dan Pengadaan Peralatan PMK Surabaya, tidak membantah.

Ia mengaku akan ikuti perintah atasannya itu, untuk cari alat pemadam baru yang lebih efektif.

"Tadi sudah disampaikan ternyata hasil yang kami ketahui bersama tidak efektif," kata Imam.

Namun bukan berarti alat itu sama sekali tidak berguna.

Imam melanjutkan, Bonfet Soteria masih memungkinkan digunakan ketika nyala api masih tahap fase awal. 

 "Justru alat ini sangat berguna bagi masyarakat, bisa ditaruh dimana saja di dalam rumah, cara kerjanya langsung padamkan api ukuran kecil," tegasnya. (luhur pambudi)

 
 

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved