Survei SSC: 92 Persen Masyarakat Belum Tahu 5 Jenis Surat Suara di Pemilu 2019

Pada Pemilu 2019 nanti akan ada 5 jenis surat suara yang diberikan kepada pemilih. Menurut survei SSC, mayoritas calon pemilih di Jatim belum tahu itu

Survei SSC: 92 Persen Masyarakat Belum Tahu 5 Jenis Surat Suara di Pemilu 2019
surya/galih lintartika
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan memberikan sosialisasi kepada penyandang disabilitas, Kamis (13/12/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Surabaya Survei Centre (SSC) menyebut mayoritas masyarakat di Jawa Timur (65,2 persen) telah mengetahui pemilu serentak akan diselenggarakan tahun ini. Namun, di antara mereka belum mengetahui bahwa mereka akan memilih di lima surat suara berbeda.

Untuk diketahui, pada pemilu serentak mendatang, pemilih akan mencoblos lima surat suara berbeda. Yakni, untuk DPRD tingkat kabupaten/kota, DPRD ttingkat provinsi, DPR RI, DPD, hingga pemilihan presiden.

Berdasarkan survei SSC, 92,5 persen masyarakat belum mengetahui bahwa akan ada lima surat suara yang harus dicoblos di dalam bilik. Tak hanya itu, 90,8 persen juga belum dapat menyebutkan 16 partai politik (parpol) yang akan berlaga di pemilu yang rencananya akan dilangsungkan pada 17 April 2019 tersebut.

Komisioner KPU Jatim, Gogot cahyo Baskoro, pun menyampaikan tanggapannya atas hasil survei tersebut.

"Boleh-boleh saja pihak manapun mengeluarkan hasil survei semacam itu," kata Gogot kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya (Kamis , 10/1/2019).

Menurut Gogot, hal itu menunjukkan peningkatan tingkat kepedulian masyarakat terhadap pemilu. "KPU menganggap (survei itu) sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap pemilu dan demokrasi," kata Gogot.

Andi Arief Ancam Polisikan Gibran Rakabuming Raka usai Singgung 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

4 Bantahan Kubu Prabowo Terlibat Hoax 7 Kontainer Surat Suara Dicoblos, Minta Polisi Lebih Akurat

Pihaknya menegaskan bahwa sosialisasi pemilu sebenarnya telah dilakukan dengan berbagai kegiatan yang berkesinambungan. "Hal ini mulai dari pre election periode, election dan post election periode," urai Gogot.

Pria yang membawahi divisi sosialisasi, pendidikan, pemilih, dan partisipasi masyrakat ini menambahkan bahwa KPU telah membuat banyak kegiatan sosialisasi. "Baik yang sudah maupun akan kita laksanakan," urainya.

"Tidak hanya KPU, tapi juga menggerakkan penyelenggara sampai level ppk, pps dan bahkan PPDP yang bertugas melakukan pemutakhiran daftar pemilih," lanjut Gogot.

Bahkan, di dalam hal sosialisasi pihaknya juga melibatkan stakeholder terkait. "Mulai dari Bawaslu, pemerintah provinsi maupun kabupaten, sekolah, kampus, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, dan beberapa lainnya," urainya.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved