Berita Surabaya

Momen 100 tahun International Astronomical Union (IAU), Siswa SD Belajar Astronomi Dari Ahlinya

Para anggota Surabaya Astronomi Club datang langsung ke sekolah dan memberikan pembelajaran tentang astronomi kepada ratusan siswa.

Momen 100 tahun International Astronomical Union (IAU), Siswa SD Belajar Astronomi Dari Ahlinya
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Siswa secara bergantian melihat matahari melalui teleskop di SD Khadijah Pandegiling Surabaya pada peringatan 100th International Astronomical Union (IAU), Kamis (10/1/2019). Pengenalan tata surya dan pergerakan planet ini menggandeng Surabaya Astronomi Club (SAC) sebagai pemandu sekaligus melakukan praktek pembuatan roket sederhana untuk siswa. 

SURYA.co.id | SURYA - Mempelajari tata surya dan seisinya merupakan hal yang menarik bagi siswa SD. Apalagi jika mereka bisa melakukan praktek menyenangkan untuk memahami tata surya.

Hal ini terlihat pada raut siswa-siswi  SD Khadijah Pandegiling Surabaya yang mendapat kesempatan untuk belajar tentang astromoni secara langsung di halaman sekolahnya, Kamis (10/1/2019).

Para anggota Surabaya Astronomi Club datang langsung ke sekolah dan memberikan pembelajaran tentang astronomi kepada ratusan siswa.

Saiful Arifin, Ketua Surabaya Astronomi Club mengungkapkan upaya pengenalan tata surya pada siswa dilakukan dengan mengenalkan hal dasar. Seperti membuat reaksi meluncurnya roket sehingga bisa mengenalkan teknik roket lepas dari gravitasi bumi.

"Pembuatan roket ini mengenalkan alat transportasi untuk ke luar angkasa. Dari bahan sederhana botol yang diisi air dan vitamin C untuk menghasilkan buih yang memberi daya dorong roketnya,"urainya.

Saiful mengungkapkan, upaya pengenalan tata surya dilakukan komunitasnya dalam rangka memperingati 100 tahun International Astronomical Union (IAU).

"Mulai 10 hingga 13 Januari kami akan mengajari astronomi selama 100 jam pada anak-anak SD,"ujarnya.

Kepala SD Khadijah Pandegiling, Suhadi menambahkan, upaya mengenalkan tata surya dengan pengajar dari komunitas juga bagian dari pembelajaran sains.

"Para pecinta astronomi ini datang untuk mengenalkan tata surya, sistem tata surya serta segala hal yang berhubungan melalui alat-alat khusus yang dibawa para pecinta astronomi ini. Anak-anak senang karena bisa praktik langsung,” ungkapnya.

Selain itu dengan belajar secara langsung, diakui Suhadi diharapkan bisa membuat siswa-siswi ini tertarik untuk mempelajari ilmu ini secara lebih mendalam di kemudian hari.

“Karena Indonesia ini membutuhkan tenaga-tenaga yang juga ahli di bidang ini. Dalam Islam itu dikenal dengan ilmu falaq, jadi sangat bermanfaat,” ujar Suhadi

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved