Berita Ekonomi Bisnis

Masuk IDX Inkubator Start Up, Gandeng Pedagang Tradisional, Pengusaha F and B Aplikasikan Teknologi

Pengalaman dan passion-nya di usaha Food and Baverage (F & B) telah melahirkan usaha cafe The Boliva di kawasan Jalan Gubeng Surabaya.

Masuk IDX Inkubator Start Up, Gandeng Pedagang Tradisional, Pengusaha F and B Aplikasikan Teknologi
surya.co.id/sugiharto
Pengunjung memilih makanan dan minuman yang ada di buku menu Food Lokal Surabaya, Kamis (10/1/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA  - Setelah melalang buana di Amerika Serikat hingga Italia, Andre Soejoto, memilih pulang kampung ke Surabaya.

Pengalaman dan passion-nya di usaha Food and Baverage (F & B) telah melahirkan usaha cafe The Boliva di kawasan Jalan Gubeng Surabaya. Meski sudah sukses di cafe, pria kelahiran Jerman tahun 1977 ini terus berusaha mengembangkan usaha F & B di segmen lainnya.

"Setelah cafe The Boliva, saya ada Captain Hood, restauran cepat saji yang bekerjasama dengan para pengusaha restoran dan cafe yang tergabung dalam Apkrindo (Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restauran Indonesia) Jatim," cerita Andre saat ditemui, Kamis (10/1/2019).

Setelah itu, Andre ikut dalam kloter pertama program IDX Inkubator yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI) Surabaya.

Dalam program ini, Andre mendapat kesempatan itu mengembangkan perusahaan yang mengelola usahanya sebagai start up dengan memanfaatkan teknologi informatika yang mendukung pengembangan usahanya. Owner dari PT Bisnis Resto Indonesia ini, kemudian mengembangkan usaha F & B dengan masuk ke sektor pujasera atau sentra Pedagang Kaki Lima (PKL).

"Dan inilah food lokal yang ada di halaman restauran. Kami cari para pedagang makanan dan minuman yang 70 persen belum ada nama, berkolaborasi dengan 30 persen yang sudah ada nama," ungkap Andre.

Food lokal ada 11 tenant yang menyajikan aneka jenis makanan berbeda dengan restauran dan cafe yang sudah ada di tempat itu.

Mereka menyatu dan berkolaborasi dengan menggabungkan tiga konsep berbeda pada tiga area. Untuk area di luar, Food Lokal menjadikannya eatery outdoor, dengan tenant yang menyediakan makanan lokal atau kekinian.

Seperti gado-gado Mas Bro, Bebek Goreng 78, mie ayam, rawon dan sop, camilan tahu walik dan lainnya.

“Pada outdoor ini, kami memakai desain garden terrace supaya lebih menarik,” tambah Andre.
Kemudian di area atau ruangan bawah, Food Lokal menerapkan konsep restoran.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved