Berita Ekonomi Binis

Manandai Bisnis di Awal Tahun 2019, Cleo Akusisi Brand Super O2

Produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), PT Sariguna Primatirta Tbk atau Cleo berupaya mengembangkan pasar di Jawa dan Indonesia bag

Manandai Bisnis di Awal Tahun 2019, Cleo Akusisi Brand Super O2
surabaya.tribunnews.com/Sugiharto
Direktur utama PT Sariguna Primatirta, Belinda Natalia (kanan) dan Komisaris Utama, Hermanto Tanoko (kiri) mengamati produk air kemasan produksinya usai publik expose di Hotel Vasa Surabaya, Rabu (5/4/2017). PT Sariguna Primatirta mengakuisisi Brand Super O2. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), PT Sariguna Primatirta Tbk atau Cleo berupaya mengembangkan pasar di Jawa dan Indonesia bagian Barat.

Upaya tersebut diwujudkan dengan melakukan akusisi terhadap AMDK brand Siper O2 awal tahun ini.

Produk AMDK milik PT Triusaha Mitraraharja (Tudung Group) atau Garuda Food itu berkedudukan di Sukabumi Jawa Barat.

Lukas Setio Wongso, Corporate Secretary PT Sariguna Primatirta Tbk, mengatakan, pengambilan brand juga dilakukan dengan pembelian aset produksi air minum.

"Berupa mesin dan peralatan serta aset terkait lainnya dari PT Triusaha Mitraraharja.

Penandatanganan akta jual beli aset dan merek terebut telah dilakukan pada tanggal 9 Januari
2019 dan saat ini jumlah kapasitas produksi mesin dan peralatan tersebut adalah 20 juta liter air minum per tahun," jelas Lukas, Kamis (10/1/2019).

Super O2 Sportivo 120 ppm merupakan produk air minum oksigen yang telah dikenal di pasar dan masyarakat, sehingga dengan dilengkapi keahlian dan kemampuan Perseroan dalam bidang pemasaran, distribusi serta pengembangan dan pengolahan produk AMDK diharapkan akuisisi ini akan memberikan kontribusi yang positif bagi peningkatan kinerja operasional dan keuangan Perseroan secara keseluruhan.

"Serta semakin memperkuat posisi Perseroan sebagai produsen AMDK. Akusisi aset dan merk Super O2 yang telah memiliki pangsa pasar yang baik tersebut adalah sejalan dengan strategi bisnis Perseroan untuk terus bertumbuh secara lebih cepat dan berkesinambungan melalui pengembangan produk sendiri (organic growth) maupun akusisi produk (unorganic growth)," jelas Lukas.

Sejak menjadi perusahaan publik dengan mencatatkan saham-sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 5 Mei 2017 lalu, Perseroan secara berkesinambungan terus mengembangkan dan menghasilkan produk minuman yang berkualitas tinggi, inovatif dan mudah didapatkan melalui proses produksi yang berstandar internasional.

"Juga terintegrasi dengan jaringan 24 pabrik AMDK yang tersebar di seluruh Indonesia," tambah Lukas.

Selain itu Perseroan pada bulan Januari 2019 juga mengembangkan bisnis Es Batu dengan merk S-Tube dengan pabrik yang berlokasi di Prigen-Pasuruan , dimana total kapasitas produksi Es Batu untuk pabrik di Prigen-Pasuruan adalah sebesar 120 ribu ton.

"Diharapkan dengan adanya pengembangan produk-produk ini maka kinerja Perseroan bisa semakin
meningkat dan mendorong pertumbuhan pasar Perseroan pada tahun 2019 sehingga diharapkan akan mampu memberikan imbal hasil yang semakin meningkat dan bertumbuh bagi seluruh pemegang saham Perseroan seiring dengan peningkatan kinerja usaha dan nilai Perseroan," ungkap Lukas.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved