Berita Tulungagung

Satpol PP Ancam Segel Kandang Ayam yang Sebarkan Lalat dan Bau di Tulungagung

Kandang ayam milik warga di Tulungagung akan disegel oleh Satpol PP karena keberadaannya dianggap telah meresahkan warga sekitar.

Satpol PP Ancam Segel Kandang Ayam yang Sebarkan Lalat dan Bau di Tulungagung
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Kondisi kandang yang dikeluhkan warga. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tulungagung akan menyegel sebuah kandang ayam potong di Dusun Ngadirejo, Desa Pojok, Kecamatan Ngantru.

Peternakan ayam milik Kasemah ini dikomplain warga karena menyebarkan bau busuk dan lalat ke permukiman sekitarnya.

Sisi timur peternakan ini sebenarnya sudah dibangun tembok tinggi untuk memisahkan dengan permukiman warga. Namun tembok ini tidak menghalangi lalat untuk terbang ke rumah-rumah warga. Selain itu bau kotoran dari peternakan ini juga menyeruak jauh ke sekitarnya.

Peternakan ini sebenarnya sudah ada sejak enam tahun lalu. Namun belakangan warga protes karena kondisi pengelolaannya dianggap buruk dan mengganggu lingkungan. Salah satu yang mengaku terganggu adalah Sinawati, pembuat emping melinjo yang rumahnya tepat di timur kandang.

“Saya tidak berani menjemur emping melinjo di halaman. Karena lalat dari kandang mengerubuti,” ujar Sinawati.

Kandang ayam milik Kasemah ini berukuran 8x45 meter dan berkapasitas 15.000 ayam. Saat Satpol PP datang ke lokasi ini, tersisa sekitar 50 ekor ayam di dua sekat. Sementara di bawah kandang terlihat kotoran ayam menumpuk setinggi sekitar 30 sentimeter, dan memanjang.

Kotoran ini tidak dibersihkan dan hanya dikumpulkan di bagian tengah bawah kandang. Kotoran inilah yang diduga menjadi pusat perkembangbiakan lalat. Saat didatangi, lalat-lalat langsung mengerubuti.

Warga sekitar setiap hari harus membeli kertas perangkap lalat di rumah masing-masing.

Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Tulungagung, Koestoyo mengatakan, pihaknya sudah merespon keluhan warga.

“Kandang itu tidak mempunyai izin. Kami akan segel kandang itu sampai pemiliknya mengajukan izin,” tegas Koestoyo, Rabu (9/1).

Satpol PP memberi batas waktu hari ini, Kamis (10/1) agar kandang itu dikosongkan. Setelah itu Satpol PP akan menutup kandang dan melarang dioperasikan lagi sebelum berizin. Penyegelan ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) nomer 7/2012, tentang pelaksanaan ketertiban umum, yang dijabarkan dalam peraturan Bupati Tulungagung nomor 10 tahun 2016.

Satpol PP bersama perangkat desa setempat sempat melakukan mediasi antara Kasemah dengan warga sekitar, pada 30 September 2018 silam. Namun Kasemah dianggap tidak patuh dan tetap memelihara ayam di kandangnya.

“Pemilik kandang selama ini dinilai kurang kooperatif. Apapun sikap dia, Jumat (11/1) tetap akan kami segel,” tambah Koestoyo.

Kasemah tidak bisa ditemui. Sementara di kandangnya tidak ada aktivitas. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved