Punya Elektabilitas Tertinggi Versi SSC, Wisnu Enggan Bicara Pilwali Surabaya 2020

Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana enggan bicara Pilwali meski punya elektabilitas tertinggi dalam bursa Cawali Surabaya versi survey SSC.

Punya Elektabilitas Tertinggi Versi SSC, Wisnu Enggan Bicara Pilwali Surabaya 2020
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana (paling kanan) saat hadir dalam rilis hasil survey Surabaya Survey Center (SSC), Rabu (9/1/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski hadir dalam rilis hasil survey Surabaya Survey Center (SSC), Rabu (9/1/2019), Whisnu Sakti Buana tak mau banyak berkomentar soal Pilwali Surabaya.

"Saya hadir di sini bukan karena munculnya nama saya sebagai cawali, kan saya sekarang ini juga masih Wakil Wali Kota Surabaya. Jadi saya lebih fokus untuk pemenangan PDIP dalam Pileg dan Pilpres," kata Whisnu.

Menurutnya dalam kondisi saat ini sah-sah saja melakukan pemetaan. Namun menurutnya saat ini masih terlalu dini untuk melakukan hal tersebut.

Terutama karena saat ini aturan Pilkada 2020 masih belum diterbitkan. Sehingga ia sendiri masih belum mau bicara banyak.

"Yang saya tahu misalnya dan saya memberikan catatan penting kalau Pak Prabowo yang menang, maka bisa jadi Pilwali Surabaya akan dikembalikan ke undang-undang, yang memilih akan DPR," katanya.

"Saya lebih tertarik pilpres dan pileg 2019 di kota Surabaya. Banyak yang bilang millenial banyak yang memilih kubu sebelah (Prabowo-Sandi), tapi itu hampir tak terbukti di Surabaya, millenial Surabaya justru lebih banyak yang memilih Jokowi," kata pria yang juga Ketua DPC PDIP Kota Surabaya ini.

Menurutnya hal ini menjadi bukti bahwa Jawa Timur situasinya akan berbeda dengan daerah lain dan akan menjadi penentu.

Di sisi lain, nama lain yang juga ramai muncul menjadi Cawali Surabaya adalah Fandi Utomo. Ia mengatakan bahwa survey elektabilitas SSC masih dini dan belum mencerminkan kondisi nanti saat kompetisi laga digelar.

"Terkait elektabilitas saya kira saat ini belum mencerminkan. Sebab kompleksitasnya Pilwali itu luar biasa, dan jalan masih panjang," kata Fandi.

Poltisi PKB yang juga sedang nyaleg DPR RI ini mengatakan ia berharap ke deoan ada kondisi Surabaya yang lebih baik.

Ada isu besar ke depan yang harus siap dihadapi masyarakat Surabaya. Mulai dari revolusi industri dan juga bonus demografi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved