Berita Tulungagung

Pasca Jembatan Ngujang 2 Tulungagung Dibuka, Agus Berniat Jual Perahu Penyeberangan Miliknya

Dalam satu hari, Agus hanya mendapat penghasilan Rp 30.000, dari kondisi normal Rp 300.000.

Pasca Jembatan Ngujang 2 Tulungagung Dibuka,  Agus Berniat Jual Perahu Penyeberangan Miliknya
surya/david yohannes
Agus Nur Cholis tengah menjalankan perahu penyeberangan miliknya di Sungai Brantas yang menghubungkan menghubungkan Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru dan Desa Bulusari, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Rabu (9/1/2019). 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Agus Nur Cholis (55), pemilik perahu penyeberangan Sungai Brantas Desa Mayangan, Kecamatan Ngantru dan Desa Bulusari, Kecamatan Kedungwaru berniat menjual perahunya.

Sebab setelah Jembatan Ngujang 2 beroperasi 1 Januari 2019 lalu, jumlah penyeberang turun drastis.

Dalam satu hari, Agus hanya mendapat penghasilan Rp 30.000, dari kondisi normal Rp 300.000.

"Sebenarnya belum balik modal, kan baru beroperasi dua tahun ini," ucap Agus, saat ditemui Rabu (9/1/2019).

Modal untuk membeli perahu penyeberangan ini sebesar Rp 30 juta dan ditanggung patungan lima orang.

Angka itu belum ditambah dana untuk membuat dermaga, pengerasan jalan dan membuat jembatan penolong ke dermaga.

Selain itu beberapa kali Agus juga merenovasi perahunya yang terbuat dari bahan plat besi.

"Kalau dana lain-lain tidak dihitung. Pokoknya untuk perahu saja Rp 30 juta," katanya.

Jembatan Ngujang 2 Tulungagung Beroperasi, Perahu Penyeberangan Sepi Penumpang

Selama ini pelanggan perahu penyeberangan ini adalah para pelajar dan para pedagang.

Satu motor dikenakan tarif Rp 2.000. Khusus pelajar, tarif hanya Rp 1.000 per motor.

Karena dianggap tidak lagi menguntungkan, Agus menilai menjual perahu adalah pilihan terbaik.

"Misalnya mau pindah lokasi, sekarang hampir semua lokasi ada tambangan (perahu penyeberangan)," ujarnya.

Selama ini Agus bekerja sampingan dengan memelihara kambing.

Namun Agus belum punya ide, pekerjaan apa yang dipilihnya jika perahu miliknya benar-benar dijual.

"Yang penting nunggu pembeli dulu saja. Pekerjaan selanjutnya pikir belakangan," ucapnya.

Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved