Berita Banyuwangi

Wisata Pantai Grand Watu Dodol di Banyuwangi Ditutup Sementara

Pantai Grand Watu Dodol di Banyuwangi ditutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. Ini alasannya...

Wisata Pantai Grand Watu Dodol di Banyuwangi Ditutup Sementara
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Pantai Grand Watu Dodol di Banyuwangi yang kini ditutup sementara untuk perbaikan sarana dan prasarana. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pantai Grand Watu Dodol di Banyuwangi ditutup sementara. 

Penutupan sementara Pantai Grand Watu Dodol (GWD) disebabkan karena Pemkab Banyuwangi sedang melakukan renovasi pembenahan fasilitas sarana dan prasarana Pantai Grand Watu Dodol (GWD).

‎Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Iskandar Azis mengatakan, pembenahan GWD dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung. Karena beberapa bagian bangunan di lokasi wisata tersebut memerlukan perbaikan.

“Kami ingin pengunjung bisa mendapatkan kenyamanan berwisata di GWD dan image GWD sebagai destinasi wisata internasional bisa terjaga. Untuk itu sementara waktu GWD ditutup sampai pembenahan selesai,” kata Iskandar, Selasa (8/1/2018).‎

Penutupan lokasi wisata yang berada di sisi utara Banyuwangi ini dilakukan mulai, Senin (7/1), sampai dengan waktu yang belum ditentukan. Pembukaannya, imbuh Iskandar, menunggu hingga pembenahan selesai.

“Kami belum bisa pastikan sampai kapan ditutup, bisa satu bulan lebih. Semua tergantung lamanya waktu yang diperlukan untuk pembenahan,” kata Iskandar.

Pembenahan pantai yang menghadap Selat Bali ini, kata Iskandar dilakukan terhadap beberapa bagian bangunan yang ada di area tersebut. Seperti mushola, toilet, selasar, dan beberapa bagian bangunan warung yang dipakai untuk berjualan pedagang.

“Pembenahan dilakukan karena ada beberapa bagian bangunan yang rusak. Di antaranya karena hujan deras yang mulai sering mengguyur Banyuwangi, hingga terjadi kebocoran di beberapa bagian. Pembenahan juga dilakukan pada area taman karena terdapat beberapa pohon yang mengering terkena hawa panas pada musim kemarau yang telah lewat,” kata Iskandar.

Sembari melakukan pembenahan infrastruktur bangunan, pemkab juga melakukan penataan pedagang dan manajemen pengelolaan GWD oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat. Pemkab akan memberikan pelatihan sulang kepada para pedagang dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat untuk meningkatkan kualitas pengelola dan pedagang dalam melayani wisatawan.

“Kami akan melatih pedagang dan pengelola GWD baik pedagang maupun anggota pokdarwis tentang manajemen pengelolaan tempat wisata. Mulai bagaimana menjaga kebersihan lingkungan, menyajikan menu makanan untuk wisatawan hingga pengelolaan parkir sampai manner dalam menyambut wisatawan,” tambahnya. ‎

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved