Berita Banyuwangi

Tiga Gadis Penerima Beasiswa Banyuwangi Cerdas Lolos CPNS, Mereka dari Keluarga Tidak Mampu

Tiga gadis dari keluarga tak mampu penerima beasiswa Banyuwangi Cerdas, berhasil lolos tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Tiga Gadis Penerima Beasiswa Banyuwangi Cerdas Lolos CPNS, Mereka dari Keluarga Tidak Mampu
surya.co.id/haorrahman
Tiga gadis dari keluarga tak mampu penerima beasiswa Banyuwangi Cerdas, berhasil lolos tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Tiga gadis dari keluarga tak mampu penerima beasiswa Banyuwangi Cerdas, berhasil lolos tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dan kini bertatus abdi negara.

Tiga gadis itu, antara lain, Eva Alfina Maghfiroh (23), asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari; Nadiya Hilaliyatul (22), asal Desa Kebaman, Kecamatan Srono; dan Iqlima (23), asal Kelurahan Penataban, Kecamatan Banyuwangi.

Ketiga gadis ini merupakan penerima beasiswa Banyuwangi Cerdas. Beasiswa Banyuwangi Cerdas adalah pemberian beasiswa bagi putra-putri daerah Banyuwangi berprestasi dari keluarga tak mampu. Mereka diberikan beasiswa penuh untuk melanjutkan jenjang pendidikan strata 1 (S1).

Tiga gadis ini menerima beasiswa dan kuliah di jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Jember. Setelah lulus, berbekal ijazah sarjana, mereka mencoba mengikuti seleksi CPNS, dan ternyata ketiganya lolos.

"Alhamdulillah akhirnya lolos CPNS. Seandainya tidak ada Banyuwangi Cerdas, mungkin saya tidak bisa kuliah dan mendaftar CPNS," kata Eva.

Eva menceritakan, ayahnya bekerja sebagai tukang bangunan. Itu yang membuat dirinya tidak yakin bisa kuliah setelah lulus SMA. Dia lalu mendaftar dan mengikuti serangkaian tes Banyuwangi Cerdas.

Setelah disurvei oleh tim, Eva dinyatakan lolos dan berhak menerima beasiswa untuk kuliah. Eva dan kedua temannya menjalani kuliah sejak 2013. Selama kuliah, selain biaya pendidikan ditanggung Pemkab Banyuwangi hingga lulus, tiap bulan mereka dapat uang saku sebesar Rp 800.000.

"Melihat kondisi ekonomi keluarga, seandainya tidak ikut program Banyuwangi Cerdas, sepertinya saya tidak bisa kuliah," kata gadis dari Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari itu.

Setelah lulus kuliah, sejak sekitar Juni 2018, Eva dan kedua temannya mengabdi sebagai guru di desa-desa terpencil Banyuwangi melalui program Banyuwangi Mengajar. Ini merupakan syarat dari penerima beasiswa Banyuwangi Cerdas, harus mengabdi di sekolah-sekolah terpencil.

Mendapat informasi penerimaan CPNS, Eva lantas coba mendaftar. Ternyata kedua temannya itu juga ikut mendaftar. Ketiganya baru dipertemukan saat mengikuti tes akhir Seleksi Kometensi Bidang (SKB) di kantor Badan Kepegawaian dan Diklat Banyuwangi.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved