Rumah Politik Jatim

Kontroversi Bocoran Pertanyaan Debat Sudutkan Jokowi, JKSN Peringatkan Kubu Prabowo Seperti Ini

JKSN sebut kontroversi bocoran pertanyaan debat Capres-Cawapres yang dilontarkan oleh kubu Prabowo-Sandiago Uno itu menyudutkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Kontroversi Bocoran Pertanyaan Debat Sudutkan Jokowi, JKSN Peringatkan Kubu Prabowo Seperti Ini
surya/fatimatuz zahro
Gus Hans 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kontroversi bocoran pertanyaan debat Capres-Cawapres Pilpres 2019 dari KPU yang dilontarkan oleh kubu Prabowo-Sandiago Uno bahwa sistem terbuka-tertutup dalam debat akan menguntungkan petahana ditanggapi kritis oleh pendukung kubu Jokowi-Ma'ruf Amin, Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN).

Sekjen JKSN KH Zahrul Azhar Asad menilai lontaran Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade terkait bocoran pertanyaan debat Capres-Cawapres itu menyudutkan Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurutnya hal tersebut tidak seharusnya dilontarkan oleh kubu Prabowo-Sandiaga Uno.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Hans itu, memberikan informasi terkait kisi-kisi pernyataan debat itu adalah hal yang lumrah. Dan terjadi di setiap debat kandidat di kontenstasi politik.

"Pengalaman saya saat menjadi tim sukses Bu Khofifah dalam Pilgub Jawa Timur, sebelum debat oleh KPU dilaksanakan, paslon diberikan kisi-kisi pertanyaan dalam debat. Mulai tema besar, hingga sub tema kecilnya," kata Gus Hans.

Tidak hanya itu, KPU juga memberikan informasi kisi-kisi pertanyaan dari panelis yang akan menjadi materi debat. Ia menyontohkan saat Pilgub Jawa Timur sebelum debat, kedua paslon diberi sejumlah daftar pertanyaan panelis.

Ada lebih dari 10 pertanyaan yang diberikan. Kisi pertanyaan tersebut yang dijadikan bahan belajar untuk disampaikan ke publik.

Namun masing-masing paslon tidak tahu mana pertanyaan yang akan keluar saat debar berlangsung.

"Begitu juga tanggapan dari paslon lain, tentu semua mengalir, jadi bukan bocoran. Hanya kisi-kisi saja, dan itu sangat wajar," tegas pria yang juga Wakil Ketua ISNU Jawa Timur ini.

Kiai muda yang juga politisi Partai Golkar ini mengajak pada semua pihak agar tidak membuat gaduh dan tidak menyudutkan KPU sebagai penyelenggara Pemilu.

Gus Hans menyebut sangat penting untuk terus membangun dan menjaga kepercayaan pada penyelenggara Pemilu, baik KPU maupun Bawaslu sebagai pengawas.

"Niatnya kalau memang nggak trust dengan pengelenggara ngapain ikut kontestasi politik ini. Kayak main bola saja lah, hanya orang bodoh yang ikut pertandingan tapi tidak percaya pada penyelenggara pertandingan," tegas Gus Hans.

Selain itu, ia juga menasihati kubu Prabowo-Sandiaga Uno agar tidak terus menerus menyudutkan KPU. Sebab menurutnya itu justru akan menjadi boomerang bagi rival Jokowi-Ma'ruf Amin.

Terlebih sebelumnya juga ada kasus hoax tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos yang juga menyudutkan KPU.

"Dampaknya petugas KPU di lapangan juga akan jadi tidak simpatik. Sehingga kalau ada kasus di lapangan bisa jadi justru lambat ditanggapi, itu bisa saja terjadi meski juga tak patut dilakukan KPU, intinya harus saling percaya," pungkas Gus Hans.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved