Berita Banyuwangi

Kisah Warga Banyuwangi saat Tsunami Menerjang Tahun 1994 : Dikenal dengan Tragedi Jumat Pon

Kisah warga Banyuwangi saat tsunami menerjang tahun 1994 silam. Dikenal warga Pancer dengan tragedi Jumat Pon

Kisah Warga Banyuwangi saat Tsunami Menerjang Tahun 1994 : Dikenal dengan Tragedi Jumat Pon
kompas.com/ira rachmawati
Monumen tsunami di Dusun Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jatim 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Peristiwa pada 3 Juni 29914 tak akan pernah dilupakan oleh Kyai Afandi Musafa', pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Hidayah di Kabupaten Banyuwangi.

Saat itu tsunami menerjang kawasan pemukiman nelayan di wilayah Dusun Pancer, Banyuwangi.

Peristiwa tsunami tersebut dikenal warga Pancer dengan sebutan tragedi Jumat Pon.

Kyai Afandi bercerita, dia bersama para santrinya selama tiga hari tiga malam mengurusi jenazah korban tsunami yang dikumpulkan di masjid desa pasca-kejadian.

"Saya dan santri ngopeni, mulai dari memandikan sampai menguburkan (jenazah). Walaupun dikuburkan secara massal tapi tetap satu lubang untuk satu jenazah. Saya ingat saat itu kebagian 84 jenazah yang kemudian dimakamkan di dekat monumen tsunami sana," kata Kyai Afandi, Sabtu (5/1/2018).

Selain dia dan santrinya, ada petugas lainnya yang mengurusi jenazah di wilayah lain.

Tsunami pada tahun 1994 bukan hanya menerjang kawasan dusun Pancer, Banyuwangi.

Namun juga menerjang wilayah Rajegwesi, Lampon dan Pantai Grajakan yang masuk Taman Nasional Alas Purwo.

Korban meninggal dunia akibat tsunami Banyuwangi mencapai 300 orang.

Selain itu, tsunami juga membuat seluruh bangunan luluh lantak dan tidak lagi bangunan yang tersisa.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved