Berita Jember

Semarak Lomba Perahu Dayung di Desa Wisata Sidomekar, Kini Bisa Jadi Jujugan Wisatawan

Pemerintah Desa (Pemdes) Sidomekar Kecamatan Semboro, Jember menggelar Lomba Perahu Dayung selama tiga hari, Jumat (4/1/2019) hingga Minggu (6/1/2018)

Semarak Lomba Perahu Dayung di Desa Wisata Sidomekar, Kini Bisa Jadi Jujugan Wisatawan
SURYA.co.id/SRI WAHYUNIK
Semarak Lomba Perahu Dayung di Desa Wisata Sidomekar, Kini Bisa Jadi Jujugan Wisatawan, Sabtu (5/1/2019). 

SURYA.CO.ID | JEMBER - Pemerintah Desa (Pemdes) Sidomekar Kecamatan Semboro, Jember menggelar Lomba Perahu Dayung selama tiga hari, mulai Jumat (4/1/2019) hingga Minggu (6/1/2019).

Lomba ini merupakan rangkaian dari Sidomekar Festival yang diluncurkan 12 Desember 2018 lalu berbarengan dengan peluncuran Desa Wisata Sidomekar.

Lomba perahu dayung ini digelar di Sungai Bondoyudo yang melintasi desa setempat. Sungai Bondoyudo berhulu di Kabupaten Lumajang, dan berhilir di Kecamatan Kencong, Jember.

Berebut Cinta Sang Janda, Dua Pria Terlibat Carok Hingga Kondisinya Seperti Ini

Sebelum sampai ke hilir, sungai itu melewati Kecamatan Semboro, di Desa Sidomekar, salah satunya.

Sungai yang berfungsi juga sebagai irigasi pertanian itu terbilang lebar di Sidomekar, sekitar 15 meter.

Khusus untuk Lomba Perahu Dayung, panitia menyediakan arena pertandingan sepanjang 170 meter.

Menurut Kepala Desa Sidomekar, Sugeng Priyadi, lomba dayung itu dibagi dalam dua kelompok.

"Lomba dayung tradisional atau perahu rakit, dan dayung perahu karet," kata Sugeng. Lomba perahu dayung tradisional diikuti oleh 24 regu, dan perahu karet diikuti oleh 18 regu yang berasal dari sejumlah komunitas dan daerah di Jawa Timur dan Bali.

Sugeng menambahkan, lomba perahu dayung ini sekaligus untuk mempromosikan Desa Wisata Sidomekar.

"Bahwa Sidomekar merupakan salah satu destinasi wisata di Jember, sebuah desa wisata. Kami memiliki Situs Beteng, aneka komoditas pertanian, ada wisata petik jeruk, juga wisata air di Sungai Bondoyudo ini," tegas Sugeng.

Wisata air Sungai Bondoyudo, lanjut Sugeng, juga sebagai upaya pelestarian kebersihan sungai di desa setempat.

Meskipun air sungai itu keruh, namun di lokasi bermain dayung bersih dari sampah.

Setiap regu perahu dayung tradisional berisikan tiga orang, sedangkan perahu karet berisikan empat - lima orang.

Salah satu peserta yang ikut lomba adalah tim dari Polsek Semboro.

"Kami berpartisipasi dalam lomba ini untuk semakin mendekatkan polisi dengan masyarakat, dan juga bentuk dukungan kami terhadap kegiatan ini. Namun kami juga ingin juara meski baru kali pertama ikut lomba seperti ini," tegas Kapolsek Semboro Iptu Fatkhur Rohman.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved