Film Keluarga Cemara
Pemeran Film Keluarga Cemara, Ringgo Agus Rahman dan Zara JKT48 Meet&Greet; di BG Junction Surabaya
Serial televisi legendaris Indonesia Film Keluarga Cemara, diangkat kembali ke layar lebar oleh sutradara Yandy Laurens.
Penulis: Delya Octovie | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id | SURABAYA - Serial televisi legendaris Indonesia Film Keluarga Cemara, diangkat kembali ke layar lebar oleh sutradara Yandy Laurens.
Film Keluarga Cemara mengisahkan tentang Abah yang diperankan oleh Ringgo Agus Rahman, Emak diperankan Nirina Zubir dan kedua anaknya Euis oleh Zara JKT48 serta Cemara diperankan Widuri Puteri yang tengah bangkrut.
Dalam Film Keluarga Cemara tersebut, ditunjukkan bagaimana semangat kerja sama dalam kesederhanaan, ketulusan, kejujuran dan rasa saling membantu antar anggota keluarga.
"Abah itu orangnya manusiawi sekali. Penonton mungkin membayangkan Abah itu orangnya ideal, bijaksana, berwibawa, contoh yang tepat, dan sabar. Saya lebih senang membayangkan Abah sebagai sosok yang manusiawi," tutur Ringgo Agus Rahman saat Meet & Greet di CGV BG Junction, Surabaya, Sabtu (5/1/2019).
Karakter Abah pun ia refleksikan pada dirinya sendiri, yang kini sudah berkeluarga.
Menurutnya, terkadang orang tua butuh berdiskusi dengan keluarga dan bersikap tegas, apalagi ketika anak belum bisa berpikir secara dewasa.
Sama dengan Ringgo, Zara JKT48 juga mendapat peran yang sama seperti di kehidupan aslinya, yakni sebagai seorang anak.
Namun, bagi Zara yang baru akting di film keduanya itu, ia banyak mendapat kesulitan.
"Yang susah banyak, kan ini pertama kali dapat peran begini, di film sebesar ini. Paling susah itu ketika adegan marah sekaligus menangis dan panik. Aku biasanya nangis tidak bisa di depan banyak orang, apalagi ada kamera," ceritanya.
Sementara itu, kisah Keluarga Cemara menarik perhatian 218 orang tua dan murid SD kelas 2 Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Surabaya.
Mereka berbondong-bondong menonton film tersebut di XXI Tunjungan Plaza 3 Surabaya.
"Oktober lalu, kami ada gathering wali murid dan murid dengan tema menghentikan phubbing, jadi tidak ada gawai sama sekali," tutur Rahmi Mufiyanti, guru sekaligus wali murid SAIM.
"Nah pada akhir acara, kami menyanyi lagu Keluarga Cemara, lalu anak-anak memeluk papa dan mamanya, itu momennya dapet banget. Makanya ketika film ini diluncurkan, kami langsung cepat-cepat memesan tiket," ujarnya.
Ia pun berharap, anaknya, Chaira Ameera (7) sekaligus murid-muridnya bisa berakhlak mulia dengan melihat karakter pemeran di Film Keluarga Cemara.