Berita Tulungagung

Korupsi, Kades Sumberingin Kulon Divonis 3,5 Tahun Penjara. Begini Kata Jaksa Kejari Tulungagung

Kepala Desa Sumberingin Kulon, Suprapto, diputus Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya tiga tahun enam bulan penjara.

Korupsi, Kades Sumberingin Kulon Divonis 3,5 Tahun Penjara. Begini Kata Jaksa Kejari Tulungagung
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Kades Sumberingin Kulon, Suprapto (tengah) saat dikawal petugas menuju Kejaksaan Negeri Tulungagung. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Kepala Desa Sumberingin Kulon, Suprapto, diputus Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya tiga tahun enam bulan penjara. Sebelumnya, Suprapto melakukan korupsi Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2015 dan 2016.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung, Anik Partini, mengungkapkan perkara korupsi yang menjerat Suprapto diputus Kamis (3/1/2019). Selain penjara 3 tahun enam bulan, Suprapto juga dikenakan denda Rp 100 juta, subsider enam bulan penjara.

“Putusan hakim tidak jauh beda dengan tuntutan JPU. Sebelumnya kami menuntut 4 tahun penjara, dendanya sama,” terang Anik, Jumat (4/1/2019).

Hakim juga menetapkan uang penggandi sebesar Rp 489 juta, subsider 1 tahun penjara.

Dengan putusan ini, JPU Kejari Tulungagung menyatakan pikir-pikir. Namun menurut Anik, putusan ini sebenarnya sudah mendekati tuntutan.

“Prosedurnya kami tetap harus lapor pimpinan dulu. Tapi terdakwa langsung mengajukan banding di depan persidangan,” tandas Anik.

Sementara kuasa hukum Suprapto, M Syaeroji SH, mengaku pihaknya sudah tidak mendampingi Suprapto. Menurutnya, Suprapto menyatakan akan menghadapi persidangan sendiri.

“Jadi saya tidak tahu putusannya, dia mau hadapi sendiri. Jadi maaf tidak bisa memberikan keterangan” katanya.

Sebelumnya penyidik Unit Tipikor Polres Tulungagung menyelidiki dugaan penyelewengan DD dan ADD di Desa Sumberingin Kulon sejak September 2017.

Penyidik mendapati indikasi korupsi, kemudian menindaklanjuti dengan permohonan auditi dari BPKP perwakilan Provinsi Jawa Timur.

Hasil audit menunjukkan ada kerugian negara sebesar sekitar Rp 489 juta. Penyidik kemudian menahan Suprapto sejak 16 Juli 2018.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved