Grahadi

Beranda Grahadi

Pakde Karwo Dampingi Presiden Joko Widodo Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah Warga Blitar

Presiden Jokowi menyampaikan kepada masyarakat untuk berhati-hati jika nantinya sertifikat tersebut akan dijadikan agunan pinjaman di bank

Pakde Karwo Dampingi Presiden Joko Widodo Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah Warga Blitar
Ist/ Humas Pemprov Jatim
Pakde Karwo mendampingi Presiden Joko Widodo sidak Kali Bogel di Blitar 

SURYA.co.id | BLITAR - Masih dalam rangkaian kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Blitar, Gubernur Jawa Timur Dr. H Soekarwo mendampingi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo menyerahkan sebanyak 2.500 sertifikat tanah kepada masyarakat di Pendopo Kabupaten Blitar, Kamis (3/1/2019).

Penyerahan 2.500 sertifikat tanah sendiri diberikan kepada warga Kota Blitar sebanyak 500 sertifikat dan warga Kabupaten Blitar sebanyak 2.000 sertifikat.

Dalam penyerahan tersebut, Gubernur Jatim yang dipanggil Pakde Karwo itu pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi. Karena, proses penyelesaian sertifikat tanah saat ini dinilai sangat mudah dan cepat.

"Warga Jawa Timur sangat berterima kasih sekali," ujar Pakde Karwo.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengingatkan kepada masyarakat agar sertifikat tanah yang telah dimiliki harus disimpan dengan baik. Karena sertifikat tersebut merupakan tanda bukti hak hukum atas tanah kepemilikannya.

"Simpan baik-baik sertifikat yang telah didapat, difotocopy dan jangan sampai lupa luasnya," pesan Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyampaikan kepada masyarakat untuk berhati-hati jika nantinya sertifikat tersebut akan dijadikan agunan pinjaman di bank.

"Boleh saja sertifikat dipakai sebagai agunan pinjaman di bank asalkan tidak digunakan untuk pembelian barang konsumtif, tetapi harus dipergunakan untuk modal kerja. Pada prinsipnya untuk peningkatan kesejahteraan keluarga," ujarnya.

Presiden Jokowi berharap, tahun 2025 mendatang, seluruh tanah di Indonesia sudah bersertifikat. Karena, menurut Presiden Jokowi, tanah yang tidak bersertifikat selalu menjadi penyebab adanya sengketa.

"Dimana-mana di seluruh daerah di Indonesia tanah menjadi penyebab sengketa," terang Presiden Jokowi.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Presiden Jokowi berpesan agar seluruh masyarakat Indonesia menjaga, merawat dan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan suku, agama, ras, pilihan politik jangan sampai membuat adanya gesekan politik.

Halaman
12
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved