Travel

Ada Potensi Gelombang Tinggi di Pantai, Ini Alternatif Wisata Lain yang Bisa Dikunjungi di Jatim

Jatim mempunyai banyak alternatif destinasi wisata yang menarik dikunjungi selain wisata pantai.

Ada Potensi Gelombang Tinggi di Pantai, Ini Alternatif Wisata Lain yang Bisa Dikunjungi di Jatim
surya/hayu yudha prabowo
Pengunjung melihat lampu taman yang dihiasi replika kupu-kupu di Taman Hutan Kota, Jalan Kediri, Kota Malang, Rabu (2/1/2019). Hiasan replika kupu-kupu yang dipasang tiga Minggu lalu ini untuk mempercantik taman yang selama ini tidak banyak diketahui publik. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim, Sinarto mengatakan Jatim mempunyai banyak alternatif destinasi wisata yang menarik dikunjungi selain wisata pantai.

Seperti berbagai macam desa wisata di Pujon Kidul, dan Gubukklakah di Malang; lalu Kampung Coklat dan Kampung Belimbing di Blitar; Kampung Coklat Glenmore di Banyuwangi, dan destinasi wisata lainnya.

"Kalau masalah destinasi selain pantai, di Batu saja sudah banyak sekian atraksi yang berbasis tradisi daerah, wisata alam dan wisaya buatan sudah sangat banyak," kata Sinarto, Kamis (3/1/2018).

Alternatif destinasi wisata tersebut diberikan Sinarto seiring adanya imbauan dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) untuk menjauhi pesisir pantai karena tingginya gelombang laut.

"Kita ikuti semua imbauannya, karena semua kan punya karakter kadang ramah dan bahaya. Peringatan ini kan demi kenyamanan dan keamanan pengunjung juga," kata Sinarto.

"Kalau mau berlibur ke pantai tapi malah takut karena gelombangnya sedang tinggi kan justru membuat kecewa, tapi nanti kalau kondisinya sudah bagus pasti kita akan katakan bagus juga," tuturnya.

Seperti diketahui, BMKG lewat laman resminya, BMKG.go.id telah mengumumkan potensi angin kencang juga gelombang tinggi hingga 6 Januari 2019.

Disebutkan, tinggi gelombang laut di wilayah perairan Indonesia saat ini didominasi dengan ketinggian gelombang berkisar antara 1,25 meter (m) - 2,5 m.

Pada tanggal 1-3 Januari 2019:

Tinggi Gelombang 2,5 m - 4,0 m (Berbahaya) berpeluang terjadi di Laut Cina Selatan, Laut Natuna Utara, Perairan Kep. Anambas hingga Kep. Natuna, Perairan utara dan selatan Jawa, Laut Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa, Perairan selatan Bali hingga Sumbawa, Perairan Kep.Anambas hingga Kep.Natuna, Perairan Agats - Amamapere, Perairan barat Yos Sudarso, Perairan selatan Merauke, Perairan Kep. Sangihe hingga Kep.Talaud, Perairan utara Halmahera.

Tinggi Gelombang 4 m - 6 m (Sangat Berbahaya) berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Laut Cina Selatan

Pada tanggal 4-6 Januari 2019:

Tinggi Gelombang 2,5 m - 4,0 m (Berbahaya) berpeluang terjadi di Perairan barat Lampung, Perairan selatan Jawa hingga Sumbawa, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, Perairan Kep.Sermata hingga Kep. Tanimbar, Perairan Kep.Kai hingga Kep.Aru, Laut Arafuru, Perairan barat Yos Sudarso, Perairan selatan Merauke, Perairan Kep. Sangihe hingga Kep.Talaud, Perairan utara Halmahera, Perairan utara Papua Barat hingga Papua.

Atas hal itu, BMKG mengimbau agar masyarakat yang sedang melaksanakan kegiatan liburan akhir tahun di wilayah pesisir pantai, khususnya di pesisir selatan Pulau Jawa, diharapkan tetap waspada terkait potensi angin kencang dan diharapkan untuk tidak berlayar menuju laut lepas.

Selain itu kapal-kapal terutama perahu nelayan dan kapal - kapal ukuran kecil agar tidak memaksakan diri melaut serta tetap waspada dan siaga dalam melakukan aktivitas pelayaran di wilayah dengan gelombang tinggi. (Sofyan Arif Candra)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved