Berita Malang Raya

BMKG : Sepanjang Tahun 2018, Ada 633 Gempa Dangkal di Wilayah Jawa Timur

BMKG mengimbau masyarakat tak mudah terpengaruh isu gempa yang kurang terpercaya.

BMKG : Sepanjang Tahun 2018, Ada 633 Gempa Dangkal di Wilayah Jawa Timur
SURYA/M RIVAI
Kerusakan akibat gempa bumi di Sumenep, Madura, Rabu (13/06/2018) malam. 

SURYA.co.id | MALANG - Kepala Stasiun Geofisika BMKG Karangkates, Musripan, menjelaskan, aktivitas gempa gumi di tahun 2018 untuk wilayah Jawa Timur mengalami lonjakan.

Musripan menyebut, jika berkaca pada tahun 2017, aktivitas gempa di tahun 2018 lebih tinggi.

Jumlah gempa bumi pada tahun 2017 sebanyak 557 gempa.

Sementara gempa bumi yang berdampak pada masyarakat Jatim tahun 2017 lebih tinggi, sebanyak 15 kali

"Di Jawa Timur, sepanjang tahun 2018, telah diguncang gempa bumi sebanyak 13 kali, sedangkan gempa bumi yang terekam pada peralatan Seismograf di Stasiun Geofisika Karangkates Malang, sebanyak 633 kali," terang Musripan ketika dikonfirmasi, Rabu (2/1/2019).

Musripan merinci, gempa yang terjadi di bulan Januari sebanyak 23 kali, bulan Februari 43 kali, Maret 20 kali, April 51 kali, Mei 56 kali, Juni 48 kali, Juli 110 kali, Agustus 40 kali, September 33 kali, Oktober 70 kali, November 60 kali. Serta pada bulan Desember 79 gempa bumi.

Musripan menjelaskan, rata-rata gempa bumi dangkal diakibatkan aktivitas pergerakan lempeng tektonik di zona subduksi.

"Itu bisa terjadi karena lempeng tektonik Indo Australia yang menyusup ke bawah lempeng tektonik Eurasia mengakibatkan adanya akumulasi energi pada batuan tersebut hingga pelepasan energi. Pelepasan energi itu yang timbulkan getaran di dataran bumi," jelasnya.

Musripan menerangkan, gempa bumi paling parah adalah pada tanggal 11 Oktober 2018, lokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, dengan kekuatan 6.3 SR.

Musripan mengimbau masyarakat tak mudah terpengaruh isu gempa yang kurang terpercaya.

Hal tersebut dikarenakan gempa bumi tektonik belum bisa diprediksi dengan tepat, terkait waktu, tanggal dan tahun serta kekuatannya.

Ia juga menghimbau agar masyarakat yang lagi berlibur di pantai atau tingga di sekitar pantai, agar waspada.
Jika terjadi gempa lebih dari 7 SR, masyarakat diminta tak panik.

"Informasi dari BMKG setelah terjadinya gempa, kemudian kami teruskan ke BPBD. Jangan panik, jika gempa dan terjadi ketika di pantai. Segeralah ke tempat yang lebih aman atau tempat yang lebih tinggi, jika dikawatirkan terjadi tsunami,” himbaunya.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved