Berita Tulungagung

Selama 2018, Kasus Narkoba di Tulungagung Meningkat 17 Kasus

Kepolisian dan masyarakat harus bersinergi, untuk memerangi pengalahgunaan narkoba.

Selama 2018, Kasus Narkoba di Tulungagung Meningkat 17 Kasus
surya/david yohannes
Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar bersama para Pejabat Utama Polres Tulungagung menunjukkan barang bukti kejahatan selama 2018. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Selama 2018, Satreskoba Polres Tulungagung menangani 148 kasus penyalahgunaan narkoba.

Dari semua kasus yang ditangani, seluruh kasus bisa diselesaikan.

Dibanding tahun 2017, jumlah kasus yang ditangani mengalami kenaikan.

Tahun lalu ada 131 kasus yang ditangani, atau naik 17 kasus.

“Semua perkara narkoba yang masuk berhasil kami ungkap. Ini bukan keberhasilan, ini adalah keprihatinan kita bersama,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar.

Lanjut Tofik, peningkatan kasus narkoba ini wajib menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat.

Kepolisian dan masyarakat harus bersinergi, untuk memerangi pengalahgunaan narkoba.

“Narkoba merusak generasi penerus kita. Kita harus memberikan perhatian yang serius,” tegas Tofik.

Dari total kasus yang ditangani, Satrekoba menyita 1 gram ganja, 100,2 gram sabu-sabu, 46.803 pil dobel L, 313 obat setelan, 40 pak kosmetik ilegal, dan 99 lembar obat berbahaya.

Polisi juga menangkap 164 orang tersangka, terdiri dari 139 laki-laki dan 25 perempuan.

Sedangkan kasus peredaran gelap minuman keras turun, dari 83 kasus tahun 2017 menjadi 64 kasus di tahun 2018.

Dari 64 kasus yang ditangani, polisi menyita 3.462 botol miras berbagai merek dan 15 jeriken ciu.

Tofik menegaskan, kasus narkoba dan miras menjadi atensi di tahun 2019.

“Tahun 2019 kita perang dengan narkoba dan miras. Tidak ada alasan untuk mundur,” tandas Tofik.

Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved