Berita Tulungagung

Selama 2018, Angka Kejahatan di Tulungagung Turun 40 Persen, Ini Kasus yang Paling Menonjol

Kasus yang menonjol selama 2018, antara lain 76 kasus pencurian barang, 42 di antaranya berhasil diungkap.

Selama 2018, Angka Kejahatan di Tulungagung Turun 40 Persen, Ini Kasus yang Paling Menonjol
surya/david yohannes
Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar bersama para Pejabat Utama Polres Tulungagung menunjukkan barang bukti kejahatan selama 2018. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Selama tahun 2018, jajaran Satreskrim Polres Tulungagung berhasil mengungkap 283 kasus dari 468 kasus yang ditangani.

Jika diprosentasi, keberhasilan pengungkapan kasus ini setara 61 persen dari total kasus yang ditangani.

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar mengatakan, jika dibanding data 2017, jumlah kasus yang ditangani mengalami penurunan.

Tahun lalu ada 788 kasus yang ditangani, atau turun 320 kasus.

“Kalau dibanding tahun 2017, ada penurunan kasus yang ditangani Satreskrim sebesar 40 persen,” terang Tofik, Senin (31/12/2018) malam.

Penurunan jumlah kasus yang masuk ke Satreskrim Polres Tulungagung, lanjut Tofik, tidak lepas dari upaya preemtif dan preventif.

Tofik mengklaim, program Ayo Jaga Kamtibmas yang Humanis (Agamis) berhasil diaplikasikan dengan baik.

Lewat Agamis, tercipta sinergi antara masyarakat dan kepolisian.

“Agamis menciptakan situasi Kabtibmas yang kondusif, dan dampaknya kasus kejahatan turun,” sambung Tofik.

Kasus yang menonjol selama 2018, antara lain 76 kasus pencurian barang, 42 di antaranya berhasil diungkap.

Pencurian kendaraan bermotor sebanyak 64 kasus, 27 kasus di antaranya berhasil diungkap.

Dilanjutkan pencurian biasa, penipuan dan perjudian sebanyak 44 kasus, dan berhasil diselesaikan semuanya.

Ada satu perkara korupsi, yaitu korupsi Dana Desa dan Anggaran Dana Desa (ADD) 2015 dan 2016 di Desa Sumberingin Kulon, Kecamatan Ngunut.

Dilanjutkan pengungkapan kasus pembunuhan suami istri di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, serta pembunuhan ibu muda di Desa Panjerejo, Kecamatan Rejotangan.

“Yang paling fenomenal selama 2018 adalah pengungakapan akun penyebar ujaran kebencian dan hoaks, Puji Ati. Akun ini mendapat perhatian yang sangat luas dari masyarakat Tulungagung,” ujar Tofik.

Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved