Berita Surabaya

Wisatawan Surabaya dan Malang Dibidik HPI NTB Untuk Ikut Gairahkan Wisata Pasca Gempa Bumi

Pasca gempa bumi di pulau Lombok, stakeholder pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali agresif

Wisatawan Surabaya dan Malang Dibidik HPI NTB Untuk Ikut Gairahkan Wisata Pasca Gempa Bumi
SURYA.co.id/Sri Handi Lestari
Ainuddin, Ketua HPI NTB saat memberikan paparan tentang kondisi NTB pasca gempa bumi dan prospek wisata terbaru 

SURYA.co.id | Surabaya - Pasca gempa bumi di pulau Lombok, stakeholder pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali agresif menggaet wisatawan untuk datang ke daerah tersebut. Salah satunya dari DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HMI) NTB yang menggelar roadshow ke Surabaya dan Malang.

"Memang kejadian gempa bumi bulan Juni lalu sudah pasti membuat wisawatan turun drastis.

Tapi mulai September 2018 lalu, kami sudah mulai bangkit dan melakukan promosi wisata kembali dengan menawarkan wisata selain di daerah yang terdampak gempa yang lalu," jelas Ainuddin, Ketua HPI NTB saat pertemuan dengan HPI DPD Jatim dan DPC HPI dari beberapa daerah di Jatim, Jumat (28/12/2018).

Daerah tersebut antara lain di wilayah Lombok Barat dan Lombok Selatan. Yang kondisinya aman dari gempa. Sementara yang terdampak dengan gempa adalah di Lombok Utara dan Lombok Timur.

"Apalagi Gunung Rinjani juga sudah dibuka. Begitu juga dengan wisata Senggigi, pulau Gili-gili, juga sudah mulai operasional lagi, meski sebelumnya juga terdampak gempa," lanjut Ainuddin.

Diakuinya, pasar wisatawan dari Jatim yang ke NTB cukup besar. Saat ini, tercatat jumlah wisatawan nusantara (wisnus) atau domestik dibandingkan dengan wisatawan mancanegara (wisman) yang melakukan kunjungan di Lombok mencapai 40 persen banding 60 persen.

Dari 40 persen itu, jumlah dari Jatim berada di tingkat kedua setelah DKI Jakarta.

"Karena itu dalam rangka membangkitkan kembali wisata di NTB kami datang ke Surabaya dan Malang untuk melalui HPI di wilayah ini untuk bisa mengajak wisnus datang kembali ke Lombok," jelas Ainuddin.

Salah satu anggota HPI DPD Jatim, Budi mengakui bila jumlah wisnus Jatim tujuan Lombok pasca gempa bumi merosot tajam.

"Memang banyak yang mengalihkan tidak jadi ke Lombok tapi ke Bali, Banyuwangi atau ke Malang. Namun dengan adanya kegiatan ini, kami optimis bisa melayani keinginan untuk ke Lombok, mengingat permintaan ada, tapi masih dengan catatan," jelas Budi.

Catatan itu berupa keamanan dan kenyamanan pasca gempa. Namun dengan kehadiran HPI NTB ke Jatim ini, cukup membuka komunikasi dan informasi tentang menggeliatnya kembali wisata di NTB.

"Terutama wisata kelompok seperti gathering dan lain sebagainya," tandas Budi.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved